FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Kota Cirebon Terapkan PSBB Proporsional

Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, saat memimpin pertemuan dengan jajaran dan pihak terkait mengenai pemberlakuan PSBB Proporsional di Kota Cirebon, guna memutus mata rantai penularan Covid-19 (Dok. RRI)

KBRN, Cirebon: Kota Cirebon memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Strategi baru ini diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Penerapan tersebut tercantum pada surat edaran yang ditandatangani Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Nomor 443/SE.04/PEM tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional dalam Rangka Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Cirebon.

Dasar dikeluarkannya surat edaran Wali Kota Cirebon mengacu pada keputusan Gubernur Jawa Barat No 443/Kep.33-Hukham/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar secara Proporsional di Jabar dan Surat Edaran Gubernur Jabar No 15/KS.01/HukHam tanggal 25 Januari 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Provinsi Jabar.

BACA JUGA: 13.400 Vaksin Masuk Kabupaten Cirebon

PSBB secara proporsional di Kota Cirebon berlaku mulai 27 Januari hingga 8 Februari 2021. 

“Tapi kami tetap memperhatikan faktor ekonomi,” ungkap Nashrudin Azis, usai melakukan rapat pembahasan pemberlakuan PSBB secara proporsional di Ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, Rabu (27/01/2021).

Dengan penerapan PSBB secara proporsional kegiatan perekonomian masyarakat tetap diperbolehkan, namun ada pembatasan.

Melalui PSBB Proporsional, Pemkot Cirebon juga bermaksud mengurangi pergerakan masyarakat di perkampungan.

Di antaranya dengan memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan Covid-19 di tingkat Kecamatan.

BACA JUGA: 4.600 Vaksin Sinovac Tiba di Kota Cirebon

“Warga yang terpapar Covid-19 juga akan ditangani di tingkat Kecamatan,” ungkap Azis.

Mereka akan diisolasi di satu tempat yang sudah disiapkan oleh Kecamatan dan Kelurahan.

Oleh karena itu, setiap Camat dan jajarannya sudah diinstruksikan untuk mencari ruangan atau gedung di wilayah mereka dan akan dijadikan tempat isolasi, sebab isolasi mandiri tidak efektif dalam memutus penyebaran atau penularan Covid-19.

“Mereka masih bisa jalan kemana-mana,” imbuhnya.

Selanjutnya : Dana APBD

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00