Eksplorasi Migas Petronas, Rumpon Nelayan Sampang Rusak

Audensi nelayan terdampak eksplorasi Petronas di DPRD Sampang

KBRN, Sampang: Puluhan nelayan yang mengatasnamakan Aliansi Nelayan Terdampak (ANT), menggelar audensi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sampang, Selasa (23/2/2021). Para nelayan yang berasal dari wilayah Pantura ini, menyinggung dampak eksplorasi minyak dan gas bumi Petronas.

Ada beberapa materi yang dibahas pada audensi kali ini, salah satunya soal kekesalan para nelayan mengaku, jika rumpon ikannya rusak akibat kegiatan tersebut.

Menurut Muhlis, perwakilan dari para nelayan, ganti rugi memang telah dilakukan oleh pihak petronas. Namun fakta di lapangan, ganti rugi yang diterima para nelayan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

“Seperti nilai rumpon yang seharusnya Rp6 juta per barang menjadi Rp4 juta. Tidak hanya itu, mayoritas para nelayan yang mendapat jatah rumpon tidak sesuai dengan jumlah yang diajukan. Ada yang biasanya mendapat jatah lima hanya mendapat tiga hingga satu,’’ keluhnya

“Kami juga tadi menyinggung CSR karena sampai sekarang para nelayan belum merasakan dampaknya,’’ papar Muhlis.

Menanggapi itu, perwakilan Petronas, Hendrayana meminta para nelayan yang terdampak untuk kembali mengajukan data ganti rugi. Dirinya juga akan mengkaji permasalahan lain yang berkaitan dengan dampak eksplorasi Petronas.

“Sementara pada data kami ada 279 rumpon milik 158 nelayan terdampak dengan nilai Rp 1,6 M. Jika memang ganti rugi bermasalah kita akan minta datanya kembali,’’ ucapnya pada audensi yang bertempat di komisi besar itu.

Para nelayan sendiri mengancam akan melakukan gerakan demonstrasi jika Petronas kembali bersikap kurang peduli. Hal ini sebagai bentuk kekecewaan para nelayan yang terganggu akibat aktivitas eksplorasi tersebut.

Sementara dari pantauan RRI, pada  audensi kali ini juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Sampang, Fadol dan beberapa pejabat dari eksekutif.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00