FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Sosialisasi Kurang, Warga Dompu Enggan Divaksin

Seorang Vaksinator sedang mempersiapkan vaksin Sinovac untuk diberikan kepada calon penerima vaksin. Praktisi kesehatan menjamin vaksin sinovac cocok bagi tubuh orang Indonesia dan sudah lolos uji aman dan halal dari BPOM dan MUI (foto : Didin / RRI) .jpg

KBRN, Dompu: Kurangnya sosialisasi pentingnya vaksin Covid-19 di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengakibatkan banyak warga enggan untuk divaksin. 

Muhammad Azwar, warga Desa Manggeasi Kecamatan Dompu, mengaku hingga kini pemerintah belum melakukan sosialisasi tentang manfaatnya. Selain itu, lanjutnya, beredarnya isu-isu yang berkembang tentang buruknya hasil vaksin, membuat warga khawatir. 

"Ada kami dengar di berita-berita orang setelah di vaksin, malah terganggu kesehatannya. Ini yang membuat kami belum mau di vaksin," katanya, Rabu (3/3/2021).

Informasi-informasi yang berseliweran di Media Sosial yang saat ini mudah diakses publik, juga belum disikapi pemerintah. Sosialisasi dan jaminan akan kegunaan vaksin Produkai Cina ini, membuat Azwar dan warga lainnya kawatir. 

Meski pada vaksin perdana yang dilakukan kepada tenaga kesehatan dan 10 pejabat teras Pemkab Dompu, juga hingga kini belum terdengar hasilnya. 

Praktisi Kesehatan yabg juga Direktur RSUD Dompu dr Alif Firyasa menjamin bahwa vaksin covid ini, sangat membantu memutus rantai penyebaran Covid. Vaksin produksi Sinovac yang digunakan, selain sudah melalui uji kelayakan dari Balai POM, juga merupakan satu-satunya vaksin yang cocok bagi warga Asia, termasuk Indonesia. 

"Jadi aman dan Vaksin ini penting loh, agar kita tidak terpapar Covid. Apalagi sudah mendapat jaminan halal dari MUI," katanya.

Informasi terakhir, bahkan vaksin sinovac juga sudah bisa digunakan bagi usia 60 tahun keatas. Tidak hanya itu, 16 variabel yang tidak boleh di vaksin, juga sudah bisa dilakukan. Dati 16 itu seperti tensi hipertensi, pasien covid yang sembuh dan beberapa penyakit yang tidak berhubungan dengan persoalan berkaitan dengan anti bodi, sudah boleh di vaksin. 

Alif mengakui, memang saat ini pemerintah belum sepenuhnya melakukan sosialisasi ke masyarakat. Namun dari hasil program vaksin pertama di kabupaten Dompu, hingga kini belum terjadi dampak buruk bagi penerima vaksin. 

"Dari situ sebetulnya publik sudah bisa melihat, bahwa vaksin ini aman," katanya. 

Alif berharap, 10 pejabat termasuk anggota DPRD Dompu yang mendapat vaksin perdana di samping seribu lebih tenaga kesehatan, mau berbagi pengalaman kepada masyarakat akan pentingnya vaksin. Disamping itu, duta-duta vaksin ini juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa pasca menerima vaksin, tidak berdampak buruk bagi kesehatan. 

"Bahwa informasi tentang dampak buruk pasca menerima vaksin yang beredar di media sosial itu hanyalah hoax," pungkasnya. 

Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menargetkan sampai Juni 2021, seluruh masyarakat Dompu dipastikan akan menerima vaksin Covid-19.  (imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00