FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Pedagang Palangka Raya Banyak Tidak Mendapat Vaksinasi

Ilustrasi / Pedagang pasar tradisional di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Dok. Istimewa/Facebook)

KBRN, Palangka Raya: Sekretaris Pengurus Pasar Besar Palangka Raya, Hamli Tulis, mengungkapkan, sekitar 200 pedagang yang bersedia untuk divaksinasi, telah menyerahkan data kepada dinas kesehatan.

Namun, hingga kini diakui Hamli Tulis, belum ada kejelasan mengenai jadwal penyuntikan akibat tidak maksimalnya sosialisasi lanjutan terkait bagaimana mekanisme pemberian vaksinasi.

"Mungkin yang ter-cover sesuai data sekitar 200 pedagang. Nah, yang jadi permasalahan saat ini, pengaplikasian di lapangan masih tidak jelas. Dari dinas kesehatan tidak ada juga melakukan sosialisasi lanjutan. Jika ada, itu pun masih sangat minim. Apabila dinas kesehatan mau turun langsung ke pasar untuk menyampaikan, kemungkinan banyak yang divaksin," ucap Hamli kepada rri.co.id, saat dihubungi di Palangka Raya, Rabu (3/3/2021).

Secara terpisah, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kabarnya telah mendata pedagang pasar yang menjadi target penerima vaksinasi Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Samsul, pelaksanaan vaksinasi untuk seluruh pedagang pasar Provinsi Kalimantan Tengah tinggal menunggu arahan selanjutnya.

Ditambahkan Suyuti, pendataan pedagang pasar tradisional untuk saat ini masih dilakukan, hingga turun jadwal vaksinasi dari pemerintah.

"Karena ini memang sesuai jadwal dan bertahap lantaran keterbatasan jumlah vaksin. Jika vaksin sudah ada pasti akan didistribusikan ke seluruh puskesmas. Kami juga sudah memiliki tenaga terlatih untuk penyuntikan," ungkapnya kepada rri.co.id di Palangka Raya, Rabu (3/3/2021).

Diharapkan, setelah vaksinasi dilakukan, perekonomian mulai menggeliat kembali melalui transaksi perdagangan yang sejalan dengan penerapan protokol kesehatan. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00