Sholat Iedul Fitri 1441 Hijriah di Rumah Saja

salat_idul_fitri_jatinegara_050619_riv_4.jpg

KBRN, Jakarta : Tidak etis rasanya membandingkan penutupan kegiatan ibadah di masjid dengan ramainya pasar tradisional jelang Iedul Fitri saat ini. 

Sebagai orang beriman, umat muslim ada baiknya tetap memberi contoh teladan dalam beribadah di tengah pandemic virus corona. Tidak ada maksud lain dari pemerintah menganjurkan ibadah di rumah, semata-mata untuk kesehatan dan kemaslahatan umat. 

Adapun tata cara sholat Iedul Fitri di rumah, sudah diterbitkan panduannya oleh Majelis Ulama Indonesia nomor 28 tahun 2020 yang disampaikan sekjen MUI Anwar Abas. Ketua pengurus harian tanfidhiah PBNU Robikin Emhas juga menyampaikan hal senada. Kemudian Pimpinan Pusat Muhamadiyah menyampaikan hal yang sama yakni bila pemerintah masih menentukan kondisi yang tidak memungkinkan saat COVID-19, maka tidak perlu sholat ied di Lapangan berjamaah.

Jelas semuanya memberi fatwa tentang tidak perlu sholat Ied berjamaah di lapangan atau masjid. Sebagai penggantinya dapat dilakukan di rumah sesuai tuntunan syariahnya. 

Jadi, semua ini tidak ada kaitannya melakukan diskriminasi tempat ibadah dan pasar. Semua untuk kemaslahatan umat. Sedangkan bila pasar tradisional masih ramai, banyak orang berhimpitan, apalagi tanpa masker, maka yang tidak beres adalah pengelola pasarnya. 

Pemerintah daerah harusnya memberi sanksi kepada pengelola dan petugas pasar, karena abai soal protokol kesehatan. Hukum pengelola pasarnya bersihkan WC, sapu jalanan, dan buang sampahnya. 

Umat Islam, tidak perlu ragu dan selalu husnudzhon untuk tetap menjalankan sholat Iedul Fitri sesuai panduan Majelis Ulama Indonesia.

Selamat menjalankan Ibadah sholat Iedul Fitri dari rumah masing-masing.

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00