Kenormalan Baru, Kluster Perkantoran di Jakarta Meningkat

Foto (Dok. Antarafoto/Muhammad Adimaja/hp)

KBRN, Jakarta: Salah satu dampak salah kaprah penerapan istilah new normal akhirnya makin kelihatan.

Salah satu yang paling signifikan adalah munculnya kluster perkantoran di Ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Penggunaan istilah New Normal selama beberapa waktu, seolah membuat masyarakat merasakan hidup normal kembali.

Suasana perkantoran mulai hidup, aktifitas rapat dan meeting offline phisik sudah dimulai kembali, kunjungan tamu mulai berlangsung dan kegiatan karyawan makan di kedai dan kafe mulai ramai kembali.

Sebagian tetap menerapkan protokol kesehatan, sementara yang lain tidak sedikit yang abai soal itu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengakui munculnya kluster baru sebaran Covid-19 di DKI Jakarta.

Ia memang belum menjelaskan perkantoran mana saja yang menjadi cluster, tapi Widyastuti memastikan, ada kluster perkantoran sebagai wilayah persebaran Covid-19.

Jurubicara pemerintah untuk Covid-19 yang lama, Achmad Yurianto sebenarnya sudah mengingatkan soal potensi kluster perkantoran ini, namun kurang direspon pengelola perkantoran.

Akibatnya sekarang, salah satunya adalah kompleks media massa besar di Kebon Sirih. Ada puluhan orang positif corona.

Wilayah perkantoran memang sangat riskan, karena keluar masuk pegawai tiap hari. Belum lagi sirkulasi udara yang buruk, serta terutama mulai adanya pengabaian protokol Covid-19.

Di negara lain, kluster perkantoran juga mengkhawatirkan, misalnya di Tokyo Jepang. Tercatat ada kenaikan 55 kasus baru dari kluster perkantoran.

Bila ini terus dibiarkan, kluster perkantoran akan menjadi ladang persebaran yang sangat mengkhawatirkan.

Ditulis Redaktur Senior RRI Widhie Kurniawan

00:00:00 / 00:00:00