Idul Adha di Masa Pandemik

antarafoto_senegal_eiduladhafestival_playwithanimal_31072020.jpg

KBRN, Jakarta: Yang khas dari perayaan Idul Adha adalah penyembelihan hewan kurban untuk memperingati perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya, Ismail.

Perayaan Idul Adha dan ibadah haji tahun 2020 ini digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan mengingat dunia masih dalam suasana pendemi COVID-19. 

Di banyak negara, berbagai penyesuaian mengantisipasi COVID-19 dalam suasana Idul Adha sudah dilakukan. Otoritas Arab Saudi pun telah memutuskan untuk membatasi jumlah jemaah haji. Yakni hanya untuk warga Arab Saudi dan warga negara lain yang sudah bermukim atau tinggal di Arab Saudi.

Pun demikian halnya dengan pelaksanaan Salat Idul Adha yang dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan, semisal pengaturan jarak antar shaf.

Sementara di Maroko, Hari Raya Idul Adha dianggap sebagai sebuah festival yang suci. Warga Maroko biasanya menyembelih domba sebagai hewan kurban dan kemudian diolah untuk membuat masakan tradisional khas negara di Afrika bagian utara ini. 

Selama empat hari berturut-turut, masyarakat Maroko akan menghidangkan kuliner lezat berbahan dasar kaya daging dari berbagai bagian tubuh hewan. Masyarakat Maroko dikenal sangat hemat, sehingga mereka tidak akan menyia-nyiakan daging, apalagi harga daging akan cenderung lebih murah dibanding hari biasa saat menjelang Idul Adha. 

Sementara di Pakistan, Idul Adha di negara ini dirayakan empat hari berturut-turut. Pasalnya, di negara ini perayaan Idul Adha terasa lebih syahdu dibandingkan dengan Idul Fitri. Warga Pakistan akan diliburkan dalam empat hari perayaannya. 

Sementara di Rusia, Perayaan Idul Adha tetap berjalan layaknya di negara-negara lain. Shalat Ied dilakukan di jalan-jalan besar di Rusia karena kurangnya jumlah mesjid di Rusia. Penyembelihan hewan kurban di depan umum juga dilarang oleh pemerintah. Warga muslim Rusia biasanya akan berkumpul dan sekedar makan bersama untuk mengisi liburan Idul Adha.

Tiap negara tentu punya keragaman cara peringatan dan perayaan Idul Adha tersendiri. Namun dalam keterbatasan, menjalankan protocol COVID-19 dan gejala resesi ekonomi yang melanda berbagai negara, maka penekanan pada makna Idul Qurban sendiri, akan membawa ketenangan dan keberserahan menghadapi ujian COVID-19 yang hingga kini belum berakhir.

Ditulis oleh Weni Zulianti, Redaktur VOI.

00:00:00 / 00:00:00