Gatot Nurmantyo, Nasibmu Kini, Tinggal Kenangan Mantan

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Kisah Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo kali ini, tidak ada hubungannya dengan aktifitas KAMI, walau momentumnya bersamaan dengan posisinya tersebut. Kisah ini sebenarnya sudah terjadi beberapa waktu lalu, dan kembali serupa terjadi kemarin. 

Mantan Panglima TNI tersebut tidak diperkenankan bertemu beberapa koleganya di Bareskrim dalam posisi sebagai aktifis KAMI. Namun yang menarik, Jenderal TNI Purnawirawan Gatot Nurmantyo tidak diperkenankan menemui aktivis KAMI yang ditahan di Mabes Polri oleh petugas polisi yang dalam hitungan, pangkatnya tidak terlalu tinggi. 

Ini fenomena menarik. Petugas polisi, kendati pangkat tidak terlalu tinggi, tapi memang dalam kapasitas tugas dan jabatannya. Sedangkan Gatot Nurmantyo statusnya sudah pensiunan. Walaupun Jenderal, bila sudah pensiun maka sama menjadi warga masyarakat biasa. Din Syamsudin, dulu pernah jadi ketua umum lembaga keagamaan formal terbesar di tanah air, tetapi statusnya sekarang juga sudah mantan. Susilo Bambang Yudhoyono, dulu pernah jadi Jenderal, Menteri hingga Presiden, tetapi sekarang sudah mantan. 

Jenderal Besar TNI Purnawirawan Soeharto, mantan Presiden Republik Indonesia ketika itu, saat sudah menyandang kata Mantan, maka semua sama menjadi anggota masyarakat biasa. Jabatan itu erat dengan kewenangan dan kekuasaan, utamanya pada jabatan formil, jabatan lembaga, dan jabatan kenegaraan. 

Pada organisasi kemasyarakatan dan politik, jabatan itu juga terkait dengan kewenangan dan kekuasaan. Mohatir Muhammad, usia 93 tahun, masih berambisi politik dengan mendirikan Partai baru juga terkait kewenangan dan kekuasaan. Di Indonesia, Mantan Ketua Umum PAN yang juga mantan Ketua MPR, Amin Rais, saat menjadi mantan, tidak didengar sama sekali pandangan dan sikapnya. Karena itu, bisa jadi terinspirasi Mohatir Muhammad, ia juga membuat partai baru. 

Setidaknya, walau partai baru, tapi jabatannya Ketua Umum. Sama juga dengan Tommy Soeharto, anak mantan Presiden, perlu juga ruang untuk kewenangan dan kekuasaan dengan membuat Partai Politik, tapi sayang, partainya diambil orang. Demikianlan fenomena para mantan. Apapun posisi kita, saat masih aktif dan memegang jabatan maka itu terkait dengan kewenangan dan amanah. 

Namun saat sudah menjadi mantan, setinggi apapun jabatannya, bila sudah jadi mantan, maka sepertinya selesailah sudah. Satu posisi yang menarik dan tidak pernah jadi mantan adalah tokoh agama, semisal ustadz, kyai, bikhsu atau pastor. Tidak ada mantan Ustadz, karena jabatannya melekat terus hingga akhir hayat.

Ditulis Editor Senior Pro3 RRI, Widhi Kurniawan.

00:00:00 / 00:00:00