Jadwal Vaksinasi Rakyat Masih Lama

Kemasan vaksin COVID-19 diperlihatkan di Command Center serta Sistem Manajemen Distribusi Vaksin (SMDV), Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/1/2021). (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Kita salut dengan keberanian Presiden Joko Widodo menjadi bagian kelompok pertama yang akan menerima vaksin Covid-19. 

Saat menyampaikan sikapnya, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa beberapa hari begitu keluar izin penggunaan darurat atau emergency use authorization, maka ia siap diberi vaksin Covid-19. 

Vaksin adalah harapan satu-satunya menyelamatkan manusia dari serangan Covid-19, karena mengandalkan imbauan dan penegakan hukum 3 M  belum menampakkan hasil. 

Namun persoalannya, izin penggunaan darurat itu sampai kini pun belum diterbitkan instansi berwenang yakni Badan POM. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat menyebut pekan kedua Januari sudah dapat dilaksanakan proses vaksinasi. Sementara 1,2 juta  dosis vaksin Sinovac produksi Cina Tiongkok sudah didistribusikan ke seluruh tanah air. 

Namun, selain belum adanya izin penggunaan darurat, rupanya jadwal pemberian vaksin bagi rakyat kebanyakan masih lama. Paling cepat 3 bulan lagi. 

Setelah Presiden Joko Widodo, ternyata pada tahap pertama ini vaksin diberikan kepada para tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan dan mahasiswa kedokteran yang bertugas di layanan kesehatan. 

Selanjutnya ada 17 jutaan dosis vaksin akan diberikan ke petugas pelayanan publik dan masyarakat berusia 60 tahun ke atas. 

Waktu pelaksanaan tahap satu dan dua di Januari hingga April 2021. Setelah itu, ada 25 jutaan dosis vaksin lagi yang akan diberikan bulan April kepada masyarakat rentan secara sosial dan geospasial. Baru setelah itu kelompok masyarakat ekonomi dan umum lainnya. Jelas masih lama. 

Dalam tiga atau empat bulan ke depan akan banyak hal terjadi dan bisa jadi suasananya lebih mengkhawatirkan. Saat ini saja, jumlah terpapar sudah hampir 800.000 orang dan kematian 23.520 orang. 

Dalam satu pekan saja, kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, melonjak sangat pesat. Sementara tingkat waktu penularan Covid-19 sangat singkat, hanya 14 hari. Sehingga, tidak mungkin masyarakat berharap banyak pada vaksin. 

Belum lagi persoalan tata kelola, isu halal dan haram, serta dampak pemberian vaksin pada tiap individu. Namun demikian, informasi detail mengenai tahapan prioritas, kesiapan dan lokasi pemberian vaksin tetap harus disosialisasikan agar masyarakat paham sejak dini. 

Demikian maka, seraya menunggu vaksin 3 bulan lagi, menerapkan kebijakan 3 M secara personal adalah penting. Mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. 

Sabar, tapi harus tetap ikhtiar dan tidak bikin onar selama pandemi.

Komentar ditulis oleh Editor Senior Pro3 RRI, Widhie Kurniawan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00