Pesawat Bukan 'Tua-tua Keladi'

Foto: (Dok. Antara Foto/Hafidz Mubarak A/aww)

KBRN, Jakarta: Kita semua berduka atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 jurusan Jakarta Pontianak Sabtu lalu. 

Tubuh pesawat berkeping-keping dan kemungkinan besar tidak ada satu pun penumpang maupun pilot dan awak kabin yang selamat. Duka di awal tahun 2021.

Sejumlah pihak kemudian menyoroti soal usia pesawat yang dianggap tua, karena sudah 26 tahun.

Pertanyaan sederhananya adalah, apakah usia pesawat terbang memengaruhi kinerja pesawat sehingga memungkinkannya kecelakaan?

Air crash atau kecelakaan pesawat Sriwijaya Air Sabtu lalu memang menyita perhatian publik di tanah air, hingga manca negara. 

Media New York Times menyoroti peristiwa tersebut dengan judul tulisan: Indonesia Crash: What to Know About the Boeing Plane, disampaikan Austin Ramzi. 

Salah satu sorotannya adalah soal usia pesawat SJ 182.

Terkait hal ini, Kementerian Perhubungan sebenarnya sudah punya aturan soal usia pesawat terbang yang dianggap laik atau layak. 

Ternyata, pemerintah sama sekali tidak mengatur soal batas usia suatu pesawat udara jenis transpor untuk dapat beroperasi di Indonesia. 

Sebelumnya, selama 4 tahun sejak 2016, ada Permenhub 155 tahun 2016 tentang batas usia penerbangan transpor dan kargo.

Untuk pesawat penumpang, saat didaftarkan di Indonesia usianya maksimal 20 tahun dan dapat beroperasi Hingga usia 35 tahun, sedangkan pesawat kargo lebih lama 10 tahun. 

Namun peraturan itu Dicabut dengan Permenhub No. 27 tahun 2020. Kini tidak ada lagi batasan usia pesawat. 

Sekalipun usia pesawat sudah 50 tahun, bila dianggap layak, maka masih dapat terbang mengangkut penumpang. 

Tinggal kemudian penumpangnya yang was was naik pesawat tua. 

Pengamat penerbangan Alvin Lie menyebut usia pesawat tidak memengaruhi kinerja. 

Usia pesawat hanya terkait urusan efisiensi, sebab makin tua makin tidak efisien. 

Tjoek Suwarsono peminat penerbangan menyoroti soal perawatan pesawat yang juga penting. 

Sebagai perbandingan, pesawat Lion Air JT 610 yg jatuh di Bekasi 3 tahun lalu, umurnya belum sampai 3 bulan. 

Sementara Tragedi Garuda dengan Airbus A300 b4, tahun 1997 data usia pesawat 15 tahun. Karenanya, sangat jelas soal usia pesawat tidak memengaruhi kinerja.

Akan tetapi ada baiknya batasan usia pesawat itu kembali dihidupkan, agar masyarakat tidak was-was.

Sebab ternyata, saat pesawat muda usia JT610 jatuh di bekasi, Problemnya adalah soal sistem pada. Boeing 737-800 max 8 dan soal pilot dan ko pilotnya. Usia boleh tua, tapi kinerja masih oke.

Editorial ditulis oleh redaktur senior RRI.co.id, Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00