Label Halal Vaksin Covid-19 Dan Izin BPOM

Sejumlah petugas memindahkan vaksin COVID-19 Sinovac yang didatangkan dari Bandung setibanya di gudang Instalasi Farmasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/1/2021). Sebanyak 14.060 vial vaksin Sinovac pada tahap pertama diprioritaskan untuk tenaga kesehatan di Kota Bekasi. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan, vaksin virus Covid-19 Sinovac, buatan Cina halal untuk digunakan.

Keputusan ini diambil setelah Komisi Fatwa MUI menyelenggarakan sidang pleno untuk membahas aspek kehalalan vaksin Covid-19 pada Jumat 8 Januari lalu.

Ketua Harian Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam usai sidang pleno tersebut menyatakan, setelah dilakukan diskusi panjang, rapat komisi fatwa sepakat bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang diajukan proses sertifikasi oleh Bio Farma hukumnya suci dan halal.

Vaksin Sinovac, untuk sementara ini, menjadi satu-satunya yang tersedia dari total tujuh vaksin yang bakal didatangkan ke Indonesia. Hingga penghujung Desember 2020, total ada 3 juta dosis vaksin Sinovac yang telah didatangkan dari Beijing dan telah didistribusikan ke sejumlah provinsi di Indonesia.

Pemerintah menjadwalkan vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan pada Rabu 13 Januari 2021.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), resmi mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin Covid-19 atau emergency use authorization (UEA).

Kepala BPOM, Penny Lukito mengatakan BPOM telah mengeluarkan UEA untuk vaksin Covid-19 sesuai dengan panduan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Keputusan ini, menurut Penny berdasarkan rekomendasi berupa hasil pembahasan yang dirumuskan dalam rapat pleno antara Komite nasional Penilai Obat, Tim Ahli Imunologi serta ahli epidemiologi pada 10 Januari 2021. UEA juga dikeluarkan sesuai dengan standar WHO. Salah satu syaratnya adalah memiliki kemanfaatan yang besar dibandingkan risiko.

Pertanyaannya adalah, apakah masyarakat masih ragu dan takut untuk divaksinasi.

Label halal sudah diberikan oleh Majelis Ulama Indonesia. Kemudian BPOM juga telah mengeluarkan izin darurat penggunaan vaksin Covid-19. Lalu, uji klinis pun telah dilakukan di Bandung, dengan subjek sebanyak 1.600 orang. Bahkan untuk menambah keyakinan masyarakat mau divaksinasi, Presiden Joko Widodo juga akan menjadi orang pertama yang akan divaksinasi.

Sekarang masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk divaksinasi.

Hasil uji klinis di Bandung sekitar 65.3 persen. Menunjukkan harapan bahwa vaksin ini dapat menurunkan kejadian infeksi covid-19. Masyarakat diimbau  untuk selalu mematuhi protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, memakai masker, dan selalu mencuci tangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00