Makam Jenazah Pasien Covid-19 Jakarta Semakin Terbatas

antarafoto_lahan_pemakaman_covid_ibu_kota_291220_wpa_8.jpg

KBRN, Jakarta: Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un. Telah meninggal dunia 346 pasien Covid-19 dalam satu hari kemarin dan 32 di antaranya adalah warga Jakarta.

Kita pasti prihatin dan berduka atas musibah ini. Hingga total kemarin yang meninggal dunia di seluruh Indonesia sudah mencapai 27 ribu 203 orang. Innalillahi.

Bandingkan dengan korban tewas akibat kecelakaan Sriwijaya Air sebanyak 62 orang, maka angka kematian akibat Covid19 sudah demikian memprihatinkan.

Kemarin, adalah jumlah kematian tertinggi 346 orang dan jumlahnya terus meningkat. Bila ada 346 orang meninggal dalam hitungan 24 jam, maka tiap jam ada 14 orang meninggal, atau bila dimenitkan, maka tiap 5 menit ada satu pasien covid 19 meninggal dunia. 

Dulu kecelakaan di jalan raya adalah penyebab kematian tertinggi, namun kini Covid-19 adalah penyebab kematian paling menakutkan. Angkanya makin bikin orang takut, karena tiap hari makin banyak orang meninggal karena Covid-19. 

Pada 12 Januari: 302 kematian, 13 Januari: 306 kematian, 19 Januari: 308 kematian Covid-19, dan terakhir kemarin, 21 Januari: 346 kasus baru kematian Covid-19.

Sudah pasti dampaknya adalah ketersediaan makam. Di Jakarta misalnya, bila pada awal Covid-19 pemakaman khusus jenazah hanya di Tegal Alur dan Pondok Ranggon, maka sekarang Pemda DKI harus mencari lahan baru karena sudah penuh. Terakhir yang dibuka adalah pemakaman Bambu Apus Cipayung, seluas 3 ribu meter persegi.

Ini musibah pandemi yang makin mengkhawatirkan. Inna lillahi wa Inna ilaihi roji'un. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00