Bergelut dengan Liarnya Covid-19, di-Tengah Cuaca Ekstrem

Foto: (Dok. Antara/Wahyu Putro A)

KBRN, Jakarta: Iklim dan cuaca di kawasan Jabodetabek tampaknya memang kurang kondusif dalam beberapa hari ke depan, sejak kemarin.  

Kendati pagi ini sebagian wilayah tampak cerah, namun beberapa wilayah lainnya sudah muncul awan yang berpotensi hujan. 

Dalam prediksi BMKG serta sejumlah aplikasi cuaca lainnya, seperti weather.com, pada hari ini dan beberapa hari ke depan akan turun hujan. Mulai intensitas ringan, sedang dan berat. 

Kepala BMKG Dwikorita sudah menyampaikan paparannya bahwa puncak musim hujan sedang terjadi dan tertinggi di bukan Februari mendatang. Ada juga ancaman bencana Hidrometeorologis. 

Sebenarnya, peristiwa alam semacam ini berlangsung sejak tahun lalu, tahun ini dan juga tahun depan. 

Alam memiliki alur hidupnya sendiri. Alam juga memiliki tahapan proses yang manusia sulit menghindarinya, termasuk hujan dengan potensi durasi lama dan intensitas menengah hingga berat. 

Persoalannya, bagaimana manusia, apalagi di seputar Jakarta dan Jabodetabek siap menghadapi siklus alam atau tidak. 

Saban tahun, sejak sekolah dasar kita sudah diajari bahwa di Indonesia hanya ada dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan.

Di selanya ada transisi yang disebut pancaroba, namun siklus tahunan itu tidak pernah disimak dan dijadikan acuan.  

Lagi-lagi persoalan banjir adalah persoalan daya dukung lingkungan. 

Sebagian besar wilayah Bekasi, Tangerang dan Tangerang Selatan adalah rawa atau situ. 

Namun kini sudah berdiri beragam bangunan rendah hingga menjulang tinggi. 

Sedangkan Bogor dan Depok adalah kawasan lebih tinggi yang selalu mengirim air hujan ke Jakarta.

Namun sayangnya, lingkungannya sudah hancur akibat iklan rumah dengan iming-iming lingkungan sejuk dan alami.  

Akibatnya, tidak banyak ruang bagi air hujan menyerap ke tanah.  

Banyak yang mengalir melalui permukaan tanah hingga menyapu apa saja yang dilintasinya. 

Akhir Januari hingha Februari mendatang, agaknya perlu bersiap diri.

Kemarin Bekasi sudah digenangi air yang disebut banjir.

Pada kondisi pandemi ini, sulit berharap pada orang lain, karena semua sibuk dengan urusannya. 

Kita perlu menyiapkan diri kita sendiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00