GeNose, 'Angin Segar' Kantong Penumpang

Foto: (Dok. Antara Foto//M Risyal Hidayat/wsj)

KBRN, Jakarta: Berita sudah diterbitkannya izin edar GeNose tentu menggembirakan, sebab alat pendeteksi tersebut harganya murah bila dibandingkan alat lain untuk keperluan sejenis. 

Apalagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah menyampaikan bahwa GeNose akan diterapkan sebagai pendeteksi penumpang Kereta Api mulai tanggal 5 Februari mendatang. 

Artinya, selamat tinggal SWAB Antigen yang harganya mahal bagi calon penumpang kereta api. 

Publik juga pasti berharap, seluruh moda transportasi tidak perlu SWAB Antigen lagi, tapi cukup pakai GeNose, termasuk penumpang kapal laut dan pesawat terbang. 

Pemilik alat SWAB Antigen pasti gigit jari bila GeNose diterapkan untuk seluruh moda transportasi, termasuk para pelaku surat keterangan palsu SWAB Antigen.

Alat karya Profesor Kuwat Triyana ini harganya murah bila digunakan per orang, hanya sekitar 20 ribu rupiah. 

Bandingkan dengan Test SWAB Antigen yang 250 ribu rupiah, apalagi test SWAB PCR dengan biaya hampir satu juta rupiah. 

Karena itu, test GeNose ini harapan menggembirakan, kendati Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro memberi penjelasan bahwa GeNose adalah alat pendeteksi seseorang terinfeksi virus corona dan bukan pendeteksi adanya virus corona di dalam tubuh seseorang. 

Alat pendeteksi paling akurat ya tetap Test SWAB PCR yang mahal itu. Ini yang perlu dipahami. 

Berapa ahli kesehatan masyarakat juga menentang penggunaan GeNose ini, seperti Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane dan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Hermawan Saputra. 

Namun bagaimana pun karya Profesor Kuwat Triyana dari UGM ini harus diapresiasi dan bukan sekedar ditentang. 

Karenanya kita tunggu karya perguruan tinggi lain di Indonesia, semisal Institut Teknologi Bandung, Intitut Teknologi 10 November dan Universitas Indonesia serta perguruan tinggi lain serta lembaga riset pemerintah lainnya, utamanya menggantikan alat Test SWAB PCR yang mahal itu dan memberatkan masyarakat. 

Editorial ditulis Redaktur Senior RRI.co.id, Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00