Bencana Alam di NTT dan NTB

Warga mengevakuasi korban akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). Berdasarkan data BNPB hingga senin siang, korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Flores Timur mencapai 68 jiwa. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Kita sangat berduka atas musibah yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 76 orang masih dalam pencarian dalam musibah tersebut. Sedangkan Korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor di NTT dan NTB hingga tadi malam mencapai 119 orang, 117 diantaranya di NTT, dan dua korban lainnya di NTB.

Dari jumlah tersebut sebanyak 60 korban meninggal dunia tercatat di Kabupaten Flores Timur, 21 korban di Kabupaten Alor, tiga di Kabupaten Malaka, dan Kota Kupang serta Kabupaten Kupang masing-masing satu orang meninggal dunia. Kemudian 28 korban meninggal dunia di Kabupaten Lembata, dua orang di Kabupaten Sabu Raijua dan satu korban meninggal di Ende.

Musibah yang terjadi di NTT dan NTB sebenarnya dapat diantisipasi, andai saja seluruh kepala daerah dan masyarakat memastikan dapat mengakses, memantau prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan BMKG. Peringatan, prediksi cuaca dan iklim yang dikeluarkan BMKG diharapkan juga dapat mudah diakses oleh masyarakat. Tidak hanya itu, penyampaian peringatan kepada masyarakat oleh BMKG juga perlu digencarkan.

Percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana di Provinsi NTT dan NTB,  perlu segera dilaksanakan, sehingga upaya pencarian korban dan penyaluran logistik serta bantuan kepada masyarakat yang terdampak dapat dilakukan.  

Tidak hanya di NTT dan NTB, masyarakat lainnya di tanah air juga diminta tetap waspada  terhadap bahaya lanjutan adanya cuaca yang sangat ekstrem yang terjadi di berbagai kawasan di Indonesia.

Naskah disusun oleh Redaktur Senior Pro3 RRI Agus Rusmin Nuryadin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00