Kerumunan Pasar Tanah Abang

Foto: Ilustrasi Kerumunan Pasar Tanah Abang

KBRN, Jakarta: Pilihan kebangkitan ekonomi dan ancaman tsunami Virus Corona memang serba sulit. Geliat pasar Tanah Abang di Jakarta yang ramai jelang Idul Fitri sesungguhnya adalah indikator ekonomi sudah mulai bergerak. 

Masyarakat pembeli sudah berdatangan yang berarti perputaran barang dan uang akan mengalir deras di sana. Ini juga merupakan dampak dari kebijakan pemerintah yang memberi kesempatan Umat Islam merayakan Iedul Fitri walau dalam skala terbatas. 

Pada sisi lain, ancaman tsunami Virus Covid-19 juga masih ada dan bahkan mengkhawatirkan. India adalah salah satu negara di dunia yang lalai dan berakibat fatal karena diterjang tsunami Covid-19. 

Bayangkan, dalam satu hari ada 250 ribu orang terinfeksi virus Covid19 di India. Bahkan pernah dalam satu hari jumlah orang meninggal karena Covid-19 di India mencapai 39 ribu orang. 

Semuanya dibakar sesuai dengan tradisi setempat Kita tentu tidak ingin tsunami Covid-19 menerjang Indonesia. Kerumunan di Pasar Tanah Abang harus dihentikan. Kebijakan ini harusnya sama dengan larangan mudik. 

Presiden Joko Widodo adalah orang yang paling khawatir Covid19 ini merebak luas. Karena Pilihannya sulit, maka kesehatan harus dipastikan aman, baru ekonomi. Ekonomi masih dapat diselamatkan walau sulit, tapi kalau kesehatan tidak ada kompromi. 

Stop kerumunan di Pasar Tanah Abang dan akses menuju Pasar Tanah Abang, termasuk kereta api dan moda angkutan lainnya. Demikian komentar. Selamat pagi.

Komentar disampaikan Editor Senior senior Pro3RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00