Pembelajaran Tatap Muka di Wilayah PPKM

Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada hari pertama kembali masuk sekolah di SDN 3 Lhokseumawe, Aceh, Kamis (5/8/2021). Pemkot Lhokseumawe kembali melaksanakan PTM terbatas untuk seluruh jenjang pendidikan tahun ajaran baru 2021/2022 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat setelah kriteria di daerah tersebut turun dari level 3 ke level 2 pandemi COVID-19. (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Kasus Covid-19 di Indonesia terus menunjukan angka penurunan meskipun masih cukup tinggi setelah berbagai upaya pemerintah melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM. Hingga Kamis 12 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan mencatat kasus Covid-19 bertambah 24.709 orang, turun dibandingkan Rabu 11 Agustus yakni 30.625 orang.

Kabar baiknya, pasien sembuh pun terus bertambah dan melebihi kasus baru sebanyak 36.637 orang, sehingga totalnya 3,247 juta orang.  Meski demikian, penambahan kasus ini juga diiringi dengan kasus kematian yang masih tinggi. Kemenkes mencatat ada 1.466 kasus kematian baru hari ini.  Total korban jiwa akibat Covid-19 mencapai 113.664 orang. Sementara itu kasus aktif atau pasien yang membutuhkan perawatan saat ini mencapai 412.776 orang, turun dibandingkan sehari sebelumnya, 426.170 orang.

Pertanyaannya apakah pembelajaran tatap muka PTM sekolah mulai PAUD hingga SMA sudah bisa dilaksanakan? Seperti apakah mekanismenya? Kemudian bagaimana dengan daerah yang sebaran covidnya masih tinggi.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memastikan semua jenjang bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah, mulai dari PAUD hingga SMA. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri kemarin mengatakan, kepastian itu mengacu pada kebijakan PPKM masing-masing daerah dan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Pernyataan itu juga diperkuat dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) terkait pembelajaran tatap muka terbatas.

Daerah yang berada di level 1 dan 2 dapat memulai PTM terbatas dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga sekolah. Sementara untuk daerah yang berada di Level 3 dan 4, masih harus menggelar pembelajaran secara jarak jauh (PJJ). Namun demikian keputusan terakhir dalam memilih PTM atau PJJ itu, tentunya harus melibatkan juga partisipasi orang tua. Kehadiran siswa di satuan pendidikan selama masa pembelajaran tatap muka juga harus dibatasi maksimal 50 persen dalam ruang kelas. Setiap kelas juga diwajibkan untuk melakukan rotasi, hingga wajib memperhatikan protokol kesehatan.

Kita berharap belajar tatap muka segera dilaksanakan untuk mengejar ketertinggalan pendidikan (learning loss) yang terkendala akibat pandemi Covid-19. Dampak ketertinggalan pendidikan para siswa ini, bukan hanya pada capaian pendidikan atau kecakapan hidup siswa semata, tetapi juga terhadap nilai pendapatan siswa pada masa depan.

Untuk sebaran covid 19 yang masih tinggi, sebaiknya Pembelajaran Tatap Muka sebaiknya ditunda, agar kasus baru Covid-19 tidak bertambah.

Naskah disusun oleh Redaktur Senior RRI Agus Rusmin Nuryadin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00