Pinjaman Online yang Memudaratkan

(ANTARA)

KBRN, Jakarta: Kalau kita menyimak perkembangan aktifitas pinjaman online secara nasional belakangan ini, ternyata angkanya sangat dahsyat. Pada akhir tahun 2020, jumlah pinjaman online mencapai 155,9 triliun rupiah, sedangkan pada Maret tahun 2021 ini sudah tembus 181, 6 trilyun rupiah.

Hanya dalam waktu singkat kenaikannya meningkat pesat. Namun dalam praktiknya banyak keluhan soal Pinjaman Online ini atau Pinjol.

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hasanuddin AF menilai praktik pinjaman online (pinjol) memiliki kecenderungan banyak mudarat atau merugikan pihak-pihak yang meminjam dana tersebut. Ini catatan kritis Majlis Ulama Indonesia.

Bila disimak lebih dalam, memang pinjaman online itu prakteknya sangat mengkhawatirkan. Mengutip satu informasi media online kredit pintar, ada tawaran AsaKita memberikan limit pinjaman Rp500 ribu hingga Rp5 juta dengan suku bunga 0,8% per hari.

Bila dihitung 0.8% per hari x 30 sama dengan 24 persen per bulan, dikali 12 sama dengan 288% per tahun!

Sementara Kontanku.id memberi pinjaman 2 juta sampai 2 miliar. Bunganya 3 sampai 5 persen per bulan. Berarti dalam satu tahun antara 36 sampai 60 persen.!

Ini sangat tidak logis, walau disebut tenor sampai 30 hari. Bayangkan dengan bunga pinjaman bank konvensional yang hanya 10 persen per tahun. Jadi, hal pinjaman online ini sesungguhya bukan urusan halal dan haram, tapi dampaknya harus diperhitungkan.

Pemerintah harus bersikap dengan pinjaman online ini, sebab banyak orang tidak paham. Hati-hati dengan pinjaman online. Pinjam sedikit tapi pengembaliannya besar. Hati Hati Pinjol.

Komentar ditulis Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00