Penanganan Kebakaran LP Kelas I Tangerang

(ANTARA)

KBRN, Jakarta: Polisi rupanya tidak menerima informasi begitu saja terkait kebakaran Lapas kelas I Tangerang. Polisi berupaya mengungkap penyebab dan terduga pelakunya.

Beberapa bukti tampaknya sudah dimiliki polisi. Salah satunya barang bukti disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono ialah kabel yang ada di Blok C2 Lapas Kelas I Tangerang. Sementara Kabag Penum  Kombes Polisi Ahmad Ramadhan menyebut bakal ada tersangka dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Sejumlah instansi selain Polri juga menelisik kebakaran LP Kelas I Tangerang, di antaranya Komnas HAM. Dalam pantauan Komnas HAM ada dugaan aliran listrik tidak wajar di dalam LAPAS. Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam menduga penggunaan handphone atau telepon seluler (ponsel) oleh narapidana (napi) menjadi pemicu kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang.

Ini jelas dugaan temuan serius. Bukan semata soal aliran listriknya, tetapi juga penyelidikan soal handphone yang bisa masuk di dalam Lapas. Bagaimana pun handphone adalah barang haram bagi penghuni Lapas.

Bila demikian, berarti ada kemungkinan penyelidikan lanjutan. Bila sudah begini tentu kita mendorong penyidik polisi fokus pada penyebab utama kebakaran dan penyebab kain terkait kebakaran.

KemenkumHAM agaknya juga perlu masuk lebih dalam ke area ini, agar faktor-faktor penyebab dapat diungkap lebih substantif. Bisa saja jumlah kelebihan kapasitas Lapas dianggap sebagai salah satu faktor, tapi penghuni lapas yang banyak itu tidak mungkin menjadi penyebab utama kebakaran bila tidak ada dugaan pelanggaran kegiatan di dalam lapas.

Ini persoalan serius, sebab bisa jadi bila terbukti ada temuan substantif, maka Lapas lain pun perlu dipantau tentang dugaan kemungkinan semacam itu.

Komentar ditulis oleh Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00