OTT di Kolaka Timur

Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang tunai disaksikan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (kiri duduk) dan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (kanan duduk) saat memberikan keterangan pers terkait penetapan dan penahanan tersangka Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur (kedua kiri berdiri) dan Kepala BPBD Kolaka Timur Anzarullah (kiri berdiri) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (22/9/2021). (ANTARA)

KBRN, Jakarta: Publik sebenarnya berharap banyak terhadap AMN sebagai Bupati Kolaka Timur yang baru dilantik sebagai Bupati beberapa bulan lalu. Ia dilantik menjadi Bupati setelah sebelumnya adalah Wakil Bupati Kolaka Timur, lalu ditetapkan menjadi PLT Bupati karena Bupati Kolaka Timur definitif saat itu, meninggal dunia.

Sosoknya muda baru berusia 36 tahun dan merupakan pimpinan daerah perempuan pertama di Kolaka Timur. Bahkan tingkat pendidikan yang dilalui juga bercorak keagamaan saat sekolah tingkat menengah atas tahun 2006 dan perguruan tinggi tahun 2011.

Melihat sosoknya, pasti banyak orang kagum dan terbukti memilihnya menjadi Wakil Bupati saat Pilkada berpasangan dengan Samsul Bahri Majid yang wafat Maret 2021 lalu.

Namun sayang, harapan publik pupus. Tergiur uang sekian ratus juta rupiah. Lebih parahnya, uang yang dikorupsi dalam bentuk gratifikasi adalah anggaran bencana alam yang merupakan hibah BNPB. Ia bersama Kepala BPBD setempat diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan hari Selasa malam lalu.

Profilnya serupa dengan Bupati Probolinggo yang juga ditangkap KPK beberapa lalu, yakni masih muda sekitar 38 tahun. Ternyata perilaku korup tidak mengenal usia. Kita makin prihatin jadinya.

Komentar ditulis oleh Editor Senior Pro3 RRI Widhie Kurniawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00