Pergeseran Hari Libur Nasional 19 Oktober

Foto: Ilustrasi Libur Nasional (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Ada baiknya bila menyoal pergeseran hari libur nasional pada persoalan substantif dari alasan pergeseran tersebut serta makna hari libur nasional itu sendiri. Salah satunya adalah makna pergeseran hari libur nasional tanggal 19 Oktober hari Selasa menjadi hari Rabu tanggal 20 Oktober 2021.

Salah satu alasan pemerintah seperti disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Kamar udin Amin dalam penjelasan tertulisnya karena untuk mengantisipasi terjadinya kasus baru covid 19. 

Ini sejatinya alasan realistis, karena covid 19 walaupun sudah menurun tetap perlu dieaspadai. Pemerintah tentu memiliki kewenangan untuk menetapkan waktu libur nasional dan pergeserannya. 

Hal ini sama juga dengan kebijakan cuti bersama. Biasanya pada saat sebelum Pandemi Covid19, bila Libur Nasional jatuh pada hari Selasa kerap dijadikan cuti bersama, sehingga liburnya Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa. 

Cuti bersama sendiri populer sejak tahun 2007 saat pemerintahan Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kallla. Salah satu tujuan cuti bersama ketika itu untuk menggerakkan ekonomi, yakni dengan banyaknya masyarakat kota liburan maka pergerakan perekonomian akan juga terjadi di daerah. 

Tahun 2021 ini tidak ada Cuti bersama, bahkan pemerintah menggeser Hari Libur yang memungkinkan terjadi pergerakan massal orang dari Kota ke Daerah. 

Sedangkan soal makna hari libur bertepatan dengan hari besar keagamaan, maka tentu dapat disimak apakah kegiatan perayaan atau peringatan hari besar keagamaan tersebut dapat digeser atau tidak, khususnya terkait dengan waktu-waktu tertentu dalam beribadah.

Misalnya tahun baru Imlek tanggal 1 bulan 1 kalender Lunar Tiongkok, lalu Hari Raya Iedul Fitri tanggal. 1 SYAWAL kalender Hijriah, dan Hari Natal tanggal 25 Desember kalender Masehi adalah waktu yg pasti. 

Demikian juga beberapa hari besar keagamaan Umat Hindu dan Budha yg terkait dengan Ibadah secara langsung dan memang memerlukan waktu khusus pada hari tepat pada tanggal tersebut. 

Sedangkan peringatan Hari Besar keagamaan yg waktunya tidak terkait Ibadah secara langsung pada hari tersebut, tentu dapat dipertimbangkan pelaksanaannya. 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di beberapa daerah tidak jarang di lakukan pada hari berbeda dengan tanggal Hari Libur  dan di Aceh  bahkan dapat diperingati selama satu bulan dengan hari yg berbeda-beda. Demikian komentar. Selamat pagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00