Permintaan Evaluasi PTM 100 Persen

ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho./hp.

KBRN, Jakarta: Terkait dilaksanakannya kebijakan Sekolah tatap muka Pertemuan Tatap Muka langsung bagi para siswa di sekolah, ternyata memunculkan keraguan dari sejumlah pihak.

Tidak kurang dari Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad minta dilakukan evaluasi terhadap kebijakan belajar Tatap Muka 100 persen di sekolah.

Sebelumnya, Dirjen PAUD dan Dikdasmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Jumeri sudah menentukan sekolah tatap Muka 100 persen pada daerah dengan kriteia PPKM Level 1 atau 2 dan kategori A, yakni telah vaksinasi 80 persen tenaga kependidikan serta 50 persen lainsia.

Aturan itu menjadi rujukan Dinas Pendidikan DKI dan daerah lain yang totalnya ada 264 ribuan sekolah dengan 33 juta siswa untuk mengikuti sekolah tatap muka secara langsung.

Ternyata tidak mudah menerapkan kebijakan ini menyimak berbagai kondisi yang ada. Ketika pada mas Pandemi ramai dimunculkan kisah sulitnya siswa dan guru belajar secara Online atau Daring, namun saat ada kebijakan sekolah tatap muka langsung selama 6 jam ternyata juga memunculkan berbagai kisah.

Kekhawatiran Pelaksanaan pertemuan tatap muka sekolah secara langsung di tengah masih adanya penyebaran Covid19 di antaranya varian Omicron sejatinya bukan semata saat belajar di sekolah, tetapi juga proses perjalanan siswa dari rumah ke sekolah dan pulang sekolah ke rumah, karena tidak seluruh siswa memiliki kendaraan pribadi atau di antar orang tuanya.

Ini juga yang perlu dipantau. Pertemuan siswa di amgkutan umum tentu memunculkan potensi lain paparan covid19. Namun demikian usulan evaluasi tersebut harus dilakukan sebenar-benarnya evaluasi dan tidak serta merta mereduksi atau membatalkan kebijakan. 

Sebab bagaimanapun sekolah tatap muka secara langsung adalah penting dalam proses belajar siswa, bukan saja soal pelajaran tapi juga aspek sosial, psikologi dan pengembangan karakter siswa.

Naskah: Kepala Pusat Pemberitaan Widhie Kurniawan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar