Harga Daging Ayam Picu Inflasi di Madiun

KBRN, Madiun: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun menyebut, inflasi Kota Madiun April 2021 cukup terkendali. Angkanya sebesar 0.06 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) 105.32.

Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny mengatakan, inflasi Kota Madiun ini berada di bawah angka Jawa Timur 0.10 persen dan nasional 0.13 persen. Adapun sejumlah komoditas penyumbang inflasi, diantaranya naiknya harga daging ayam ras. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harganya mencapai 8.28 persen dengan andil inflasi 0.10 persen.

“Kalau biasanya komoditas penyumbang inflasi itu selalu cabai rawit di bulan Januari sampai Maret, untuk april ini justru daging ayam ras. Karena orang Jawa kan ada tradisi Megengan, selamatan dan sejenisnya menyambut ramadhan sehingga permintaan naik menyebabkan harga daging ayam juga ikut naik. Tapi meski begitu, inflasi Kota Madiun ini terkendali,” katanya dihubungi RRI, Selasa (4/5/2021).

Kemudian harga nangka muda, apel  pisang, ayam hidup dan rokok kretek filter juga mengalami kenaikan. 

Sedangkan komoditas penekan inflasi diantaranya turunnya harga cabai rawit, tarif kereta api, bawang merah, telur ayam kampung dan tomat.

Sementara itu dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0.53 persen. Kediri 0.31 persen, Malang 0.10 persen. Kemudian Surabaya dan Probolinggo masing-masing sama, 0.09 persen. Jember 0,08 persen disusul Madiun 0.06 persen dan Banyuwangi 0.02 persen. (Buy) 

Foto: Istimewa

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00