FOKUS: #PPKM MIKRO

Pemberian Stimulus Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Ilustrasi / Warga menyeberang di zebra cross di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (5/5/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,74 persen pada kuartal I 2021. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

KBRN, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan, hingga 31 April 2021, pemberian anggaran (stimulus) program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) telah terealisasikan Rp155.6 triliun atau sebesar 22.3 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp 699.43 triliun.

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, kucuran dana PEN diharapkan akan mampu mendongkark perekonomian nasional bergerak ke arah positif.

Kunta Wibawa Dasa Nugraha

“Indikator-indikator makro ekonomi menunjukkan bahwa sudah ada pemulihan, kita menyadari bahwa stimulus yang kita gelontorkan itu memang mengenai sasaran," kata Kunta Wibawa di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Jumat (7/5/2021).

Menurut Kunta, pemberian bantuan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga saat ini masih terus dijalankan beriringan dengan program untuk memicu daya beli masyarakat, sehingga perekonomian bisa terus bergerak.

“Dari sisi pembiayaan UMKM, pemerintah memberikan stimulus subsidi bunga kredit, dengan begitu mereka bisa berusaha kembali, arus kasnya tidak terganggu, kita juga mendorong dari sisi permintaan supaya masyarakat belanja," terangnya. 

Peningkatan daya beli dan keberlangsungan usaha membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak positif menuju ke 0 persen dari posisi minus.

Pemerintah berharap pada kuartal 2 2021 nanti, pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih baik.

“Pekerjaan rumah kita nanti di kuartal 2, kita juga terus akan mendorong percepatan dari belanja dan belanja ini tidak hanya belanja PEN, tapi belanja dari Kementerian/Lembaga," jelasnya. 

Ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 diproyeksikan meningkat sekitar 4.5 persen - 5.3 persen. Sementara itu, pada kuartal II-2021 diperkirakan ada pertumbuhan 7 persen.

“Kita melihat indikator-indikator yang menunjukkan bahwa pemulihan itu terjadi dan kita konsisten untuk terus mendukung pemulihan ekonomi," tambahnya.

“Pemulihan ekonomi juga harus didukung terutama dari sisi pengendalian COVID-19. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga (menjalankan) protokol kesehatan,” pungkasnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00