Peluang Ekspor Otomotif Indonesia di Tengah Persaingan Pasar

KBRN, Jakarta: Ekspor otomotif mulai menggeliat seiring pemulihan ekonomi global.  Sehingga ekspor otomotif menempati peringkat ke-6 ekspor nonmigas terbesar  pada triwulan I tahun 2021.

"Ekspor otomotif pada triwulan I tahun ini sebesar 3,13 miliar dollar atau meningkat 35,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan pertumbuhan sebesar 2,31 persen. Ini pertanda yang baik, bahwa pasar ekspor otomotif masih tumbuh di kwartal pertama tahun ini," ujar Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana dalam webminar 'Tantangan dan Peluang Industri Otomotif Nasional',  Kamis (10/6/2021).

 Lima besar negara tujuan ekspor otomotif Indonesia di triwulan I 2921 adalah Filipina, Vietnam, Thailand, Jepang dan Arab Saudi.Menurut Indrasari Wisnu Wardhana  seiring pemulihan ekonomi global ekspor otomotif Indonesia memiliki peluang untuk terus meningkat.  Namun tantangannya juga semakin besar,  berupa persaingan yang makin ketat dengan negara lain yang juga mengekspor produk otomotif, utamanya Thailand dan Vietnam.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo)  Jongkie Sugiarto mengatakan,  untuk menghadapi persaingan dan meningkatkan ekspornya industri otomotif,  Indonesia harus mampu memproduksi berbagai jenis produk otomotif dengan melakukan diversifikasi produk.

Karena  saat ini, kata Jongkie, industri otomotif Indonesia masih lebih banyak memproduksi jenis mobil untuk konsumsi pasar dalam negeri seperti MPV, mobil hemat energi dengan harga terjangkau, dan jenis mobil low cost green car (LCGC).

Jongkie membandingkan dengan Thailand  yang sudah memproduksi berbagai jenis kendaraan untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

"Kenapa Thailand bisa mengekspor mobil lebih dari satu juta unit per tahun ke seluruh dunia, termasuk Indonesia karena ada istilah keren 'palugada' , apa yang elu mau, gue ada. Itu yang terjadi di Thailand sekarang," ujar Jongkie untuk menggambarkan bervariasinya produk otomotif Thailand.

"Thailand memproduksi sedan ada, MPV yes, SUV ada, mobil pick-up banyak, truk ada. Semua ada. Kalau di Indonesia produksinya MPV melulu. Istilahnya kan gitu. Jadi diversifikasi produk harus segera dilakukan di industri otomotif Indonesia," sambung Jongkie.

Lebih lanjut Jongkie mengatakan, untuk meningkatkan ekspor industri otomotif juga perlu perlu dukungan industri komponen kendaraan di dalam negeri yang harus  diperkuat guna  memenuhi kebutuhan bahan baku industri otomotif.

Selain itu, juga dengan memanfaatkan pasar-pasar baru dari hasil perundingan kerjasama perdagangan Indonesia dengan berbagai negara. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00