Menparekraf Optimis Indonesia Mampu Salip Korsel-AS

Menparekraf, Sandiaga Uno. (Istimewa).jpeg

KBRN, Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meyakini, bahwa kontribusi sektor ekraf Indonesia terhadap perekonomian nasional mampu menyaingi Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS).

Sebab di Indonesia, Sandiaga menilai, sektor tersebut memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Pada saat ini saja, Sandiaga menyebut, Produk Domestik Bruto (PDB) yang berasal dari sektor ekraf telah mencapai Rp1.200 triliun. Jumlah tersebut telah berkontribusi sebesar 7,4 persen terhadap PDB nasional. Sandiaga pun memperkirakan, target kontribusi ekraf sebesar 8-10 persen terhadap PDB bisa tercapai.

"Bukan mustahil kita mencapai 15 persen dan menyalip Korea sebagai posisi nomor dua, karena sekarang kita di posisi ketiga. Amerika dengan Hollywood, Korea dengan K-Pop," ungkapnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (22/9/2021).

Demi mencapai target tersebut, Sandiaga menyampaikan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ekraf perlu ditingkatkan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan. Hal tersebut dibutuhkan demi mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dari sektor ekraf.

Sandiaga pun menyebut, perlu adanya peningkatan infrastruktur untuk mendorong perkembangan sektor ekraf, khususnya dari segi jangkauan jaringan. Hal yang tak kalah pentingnya terkait dengan pemanfaatan teknologi digital.

"Ini yang kita harapkan akan meningkatkan sektor unggulan dan sektor prioritas ekonomi kreatif," ujarnya.

Tak hanya itu, Sandiaga mengatakan, bahwa pihaknya terus mendorong promosi dan membuka akses permodalan terhadap berbagai produk ekraf buatan dalam negeri. Pemerintah pun juga berupaya melindungi hak kekayaan intelektual dari produk-produk ekraf di Indonesia.

"Sektor ekraf harus kita lindungi agar kreasi anak bangsa ini bisa memiliki nilai tambah," katanya.

Lebih lanjut, Sandiaga mendorong para pelaku sektor ekraf di dalam negeri bisa berkolaborasi. Menurutnya, sektor ekraf di Indonesia selama ini terlalu fokus pada kompetisi.

Padahal, Sandiaga mengungkapkan, kolaborasi menjadi hal penting untuk bisa bertahan di era yang tak menentu seperti saat pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.

“Kita lupa nilai luhur bangsa kita adalah gotong royong. Jadi kita sangat perlu dengan kolaborasi," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00