Perusahaan Swedia Siap Kembangkan Bisnis di Indonesia

KBRN, Stockholm : Sejumlah perusahaan ternama Swedia siap untuk mengembangkan bisnis di Indonesia.

Hal itu disampaikan para pimpinan perusahaan kepada Duta Besar RI untuk Swedia Kamapradipta Ismono dalam kunjungannya ke Kota Gothenburg, Selasa (21/09/2021).

Kota Gothenburg merupakan pusat perusahaan-perusahaan besar Swedia dan telah berkiprah di Indonesia, yaitu Volvo Group, Volvo Cars, SKF dan Ericsson.

Dalam berbagai kesempatan Dubes Kamapradipta Ismono menyampaikan apresiasi atas hubungan bisnis yang telah berjalan baik dengan mitra lokal di Indonesia. 

Selain itu, Dubes juga mengundang perusahaan Swedia untuk lebih tingkatkan nilai investasi dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan distribusi, serta pengembangan teknologi baru.

”Indonesia is open for business!" seru Dubes Kamapradipta dalam keterangan resmi yang dikutip RRI.co.id, Kamis (23/09/2021).

Pertemuan dengan Ericsson, Head of Innovation and Sustainability, Jonas Wilhelmsson, menjelaskan berbagai contoh aplikasi teknologi baru yang saat ini dikembangan Ericsson menggunakan jaringan 5G, terutama pada industri transportasi publik.

”Ericsson meyakini teknologi 5G akan membawa perubahan signifikan dalam berbagai industri, terutama sektor transportasi dan pengembangan kota pintar. Ericsson akan terus bekerja sama dengan mitra lokal di Indonesia untuk perkenalkan teknologi baru tersebut untuk kemajuan sektor-sektor strategis," ujar Wilhelmsson.

Pada site visit ke Volvo Group dan Volvo Cars di pinggiran kota Gothenburg, Dubes bertemu dengan Senior Vice President Per-Erik Lindström, dan Vice President Tomas Andersson, beserta jajaran. 

”Volvo sambut baik perkembangan industri baterai di Indonesia, dan akan pertimbangkan peluang bisnis penggunaan teknologi berbasis listrik. Selain itu, Volvo juga siap memfasilitasi kebutuhan untuk penuhi teknologi transisi, seperti diesel bersih dan hybrid," ucap SVP Lindström.

Pada pertemuan itu Dubes Kamapradipta mengundang Volvo untuk memanfaatkan perkembangan industri baterai di Indonesia, untuk membangun pabrik kendaraan berbasis listrik sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan teknologi baterai.

Di akhir rangkaian pertemuan dengan pemain kunci industri di Gothenburg, Dubes Kamapradipta bertemu dengan President and CEO SKF, Mr. Rickard Gustafson.

”SKF siap untuk kembangkan sayap bisnis di Indonesia dan melakukan investasi untuk tingkatan kapasitas SDM Indonesia," ungkap CEO Gustafson.

Pada pertemuan itu, Dubes Kamapradipta menyampaikan apresiasi atas rencana relokasi bisnis dari negara kawasan ke Indonesia dan pelaksanaan program pendidikan vokasi bagi mahasiswa Indonesia.

Hingga saat ini, terdapat lebih dari 100 perusahaan yang berasal atau memiliki keterkaitan dengan Swedia yang hadir di Indonesia. Beberapa perusahaan tersebut telah lama hadir, seperti Ericsson sejak tahun 1907, Volvo sejak tahun 1975 dan SKF sejak tahun 1986. (Foto : KBRI Stockholm/imr)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00