FOKUS: #PPKM MIKRO

Harga Telur Turun, Tapi PPKM Belum Usai

KBRN, Jakarta: Harga telur ayam ras di sejumlah pasar tradisional di Jakarta Utara mengalami penurunan.

Salah satunya terjadi di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara yang mengalami penurunan harga hingga Rp5 ribu.

Salah seorang pedagang telur di Pasar Koja Baru, Suripto menyebut penurunan harga telur ras ini terjadi sejak, Rabu (22/9/2021) kemarin. 

"Baru dua hari. Sekarang perkilonya Rp20 ribu" ujarnya saat ditemui rri.co.id di kiosnya, Kamis (23/9/2021).

Suripto menjelaskan, untuk harga normal telur ayam ras biasanya dibanderol dengan harga Rp25 ribu/kg, saat ini menjadi Rp20 ribu/kg. Dengan turunnya harga telur ayam ini, Suripto mengalami penurunan omset lebih dari 70%.

Biasanya, kata dia, bisa menjual telur hingga 150 kg dalam sehari sebelum pandemi Covid-19.

Namun, saat ini untuk menjual 45 kg saja dalam sehari, dia mengaku sulit. 

"Ya kalau ramai ya 10 iket sekitar 150 kilo. Sekarang paling 3 iket atau 4 iket. Jauh banget kan turunnya," ucap Suripto. 

Suripto mengungkapkan, penurunan omset juga terjadi sejak pemerintah menerapkan aturan PPKM di masa Pandemi Covid-19.

sejak PPKM, omset penjualan telur turun, dikarenakan tidak ada lagi pesanan untuk hajatan dan sejenisnya.

"Karena produksi lagi banyak. Pemakaian masyarakat yang kurang. Biasanya dari hajatan, selametan kan pengaruh," tutur Suripto. 

Suripto mengungkapkan, bila berkaca pada tahun lalu, setelah harganya anjlok, biasanya harga telur akan melonjak tinggi.

"Kayanya si ini ga terlalu lama turunnya. Karena nanti bakal naik tinggi. Karena biasanya gitu yang udah-udah," pungkasnya.

Sementara kata Suripto, harga telur ayam kampung di lapaknya, masih dibilang normal, yakni Rp2.500/butir.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00