FOKUS: #PPKM MIKRO

Harga Telur Ayam Semakin Gawat

Pekerja menimbang telur ayam hasil panen di sebuah peternakan ayam petelur di Wonokoyo, Malang, Jawa Timur, Selasa (21/9/2021). Tak kunjung naiknya harga telur ayam yang berada di kisaran Rp14.500 per kilogram dalam tiga bulan terakhir membuat peternak ayam petelur setempat terpaksa melakukan afkir (pemilihan ayam petelur yang sudah tidak produktif lagi) lebih awal untuk mengurangi kerugian sekaligus mengurangi pembengkakan biaya pakan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

KBRN, Jakarta:  Harga telur ayam terus merosot.

Dari hasil pantauan harga di Pasar Lenteng Agung dan Pasar Minggu Jakarta Selatan, harga telur ayam hari ini turun lagi menjadi Rp18.000 per kilogram.

“Sudah sebulan ini harga telur turun. Yang tadinya 25 ribu sampai 26 ribu rupiah per kilogram. Hari ini harganya 18 ribu rupiah per kilogram,” kata seorang pedagang kepada RRI.co.id di Pasar Lenteng Agung, Jakarta, sebut saja namanya Musrim, Jumat (24/9/2021).

Ia mengaku tidak tahu apa penyebab harga telur ayam turun drastis.

Namun Musrim mengeluhkan telur-telur yang menurutnya kualitasnya kurang bagus.

“Sudah dari agennya. Mungkin karena kualitas kurang bagus, jadi dijual murah. Kualitas telur ayamnya, masih lebih bagus waktu harganya normal,” ucap Musrim.

Meski harganya murah, pembelian telur ayam oleh konsumen, menurut Musrim, masih biasa-biasa saja, bahkan bisa dibilang agak menurun.

Sementara itu peternak yang juga Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Alvino Antonio mengatakan, anjloknya harga telur ayam karena pasokannya yang berlebih.  

Kondisi ini kata Alvino sering terjadi karena tidak ada pendataan yang akurat terkait produksi telur ayam  oleh peternak mandiri dan peternak dari perusahan besar.

“Yang punya data ini kan harusnya pemerintah, dari laporan perusahaan besar. Tapi pemerintah tidak pernah mengawasi atau mengontrol. Bisa saja produksinya 10 tapi dibilang delapan. Harga telur ayam anjlok kan sudah sering terjadi, dan peternak juga sudah melakukan demonstrasi. Tapi tidak pernah ada solusinya,” papar Alvino.

Alvino mengatakan, anjloknya harga telur ayam membuat nasib para peternak mandiri semakin terpuruk.

Karena saat ini para peternak juga sedang mengalami kesulitan akibat mahalnya harga pakan ternak.

“Ya para peternak hanya bisa pasrah. Mereka banyak yang bangrut, karena enggak kuat,” tandas Alvino. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00