IMB Sementara untuk Warga Tanah Merah Diserahkan

KBRN, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah membagikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Sementara kepada warga di Kampung Tanah Merah, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (16/10/2021).

Anies mengatakan, pemberian IMB Sementara ini sebagai upaya penataan kampung, dan dalam janji kampanyenya dahulu, Anies telah mengatakan, akan menata 21 Kampung Prioritas di DKI Jakarta.

"Sesudah kita mendengar apa yang menjadi problem di kampung ini dan kita ingin semua yang tinggal di Jakarta merasakan kota ini maju, tetapi warganya juga bahagia mendapatkan kebutuhan dasar yang layak," kata Anies kepada wartawan di lokasi, Sabtu (16/10/2021). 

IMB Sementara dibagikan kepada 17 penerima perwakilan warga dari 21 Kampung Prioritas dilakukan secara simbolis. 

Diketahui perwakilan warga yang menerima tersebut yakni, Kampung Tanah Merah yang terdiri dari enam RW, Kampung Muka, Kampung Tongkol-Krapu-Lodan, Kampung Marlina, Kampung Elektro, Kampung Gedong Pompa, Kampung Rawa, Kampung Kaliapuran, Kampung Guji Baru, Kampung Sekretaris, dan Kampung Baru.

Kampung kampung tersebut ialah permukiman yang selama ini dikenal sebagai grey area, alias permukiman yang lahannya masih belum memiliki legalitas.

"Di sini merasakan kesulitan untuk akses perizinan, bangunannya tidak memiliki izin. Pemprov DKI bekerja berdiskusi mencari solusi, lalu muncul lah solusi IMB sebagai satu kawasan," ungkap Anies.

Berbeda dari IMB pada umumnya, Anies menuturkan bahwa IMB Sementara ini bukan untuk bangunan satu per satu.

Akan tetapi, IMB Sementara ini mencakup satu wilayah RT.

"Ini pertama kali di Indonesia ada IMB berbentuk kawasan," ucap Anies.

Salah satu penerima IMB Sementara dari perwakilan Kampung Tanah Merah, Pramudya mengaku sangat berterimakasih dengan apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Menurutnya, pemberian IMB Sementara ini menunjukan keadilan sosial dari pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Anies.

"Ini bagian dari keadilan sosial. 25 tahun hidup di sini baru kali ini dapat izin resmi. Harapannya ke depan Tanah Merah bisa selesai dalam proses masalah legalitasnya," ungkap Pramudya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00