Berencana Demo Serentak, Petani Minta Perlindungan Presiden

Ilustrasi-Anggota Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia melakukan unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (11/1/2011). (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus/mes/10).

KBRN, Jakarta: Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) akan melayangkan lima tuntutan dengan mengerahkan petani dari 22 Provinsi se-Indonesia dalam demonstrasi serentak bertajuk 'Aksi Keprihatinan Petani Kelapa Sawit Indonesia' salah satunya dari titik kumpul Istana Presiden Jakarta, Selasa (17/5/2022). 

"Pertama, menyampaikan aspirasi kepada Presiden Joko Widodo supaya melindungi 16 juta petani sebagai dampak turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit sebesar 70 persen di 22 provinsi penghasil sawit," kata Ketua Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung dalam keterangan pers tertulis, Selasa (17/5/2021).

Kedua, kata Gulat, meminta Presiden Jokowi monosodium glutamat (MSG) untuk meninjau ulang kebijakan larangan ekspor sawit dan produk MGS serta bahan bakunya karena dampaknya langsung ke harga TBS sawit.

Ketiga, meminta Presiden Jokowi tidak hanya mensubsidi MGS curah, tapi juga MGS Kemasan Sederhana (MGS Gotong Royong).

Keempat, dengan segera Pemerintah membuat regulasi yang mempertegas Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Pabrik MGS harus 30 persen dikelola oleh Koperasi untuk kebutuhan domestik dan urusan ekspor biar diurus oleh perusahaan besar.

"Sehingga kejadian saat ini, kelangkaan MGS tidak bersifat musiman atau tidak terulang lagi," kata Gulat.

Kelima, lanjutnya, meminta Presiden Jokowi untuk memerintahkan Menteri Pertanian supaya merevisi Permentan 01/2018 tentang Tata Niaga TBS (Penetapan Harga TBS).

"Karena harga TBS yang diatur di Permentan 01 tersebut, hanya ditujukan kepada petani yang bermitra dengan perusahaan. Padahal petani bermitra dengan perusahaan hanya sebanyak tujuh persen dari total luas perkebunan sawit rakyat seluas 6.72 juta hektar," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar