Ada Kasus, BNI Benahi Layanan Pemrosesan L/C

KBRN, Jakarta: Menyusul tertangkapnya salah satu tersangka utama kasus Unpaid L/C tahun 2002-2003 berinisial MPL, BNI melakukan langkah agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

Seperti diketahui hari Kamis kemarin, aparat penegak hukum Indonesia berhasil mengamankan MPL dari Beograd, Serbia yang selama ini masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Kepolisian Republik Indonesia dan Red Notice di Interpol NCB.

Direktur Human Capital & Kepatuhan BNI, Bob T. Ananta Dalam keterangan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan aparat hukum Indonesia tersebut, dan mendukung proses hukumnya. 

"Dan untuk mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa, perusahaan telah melakukan berbagai langkah, yang dimulai dari melakukan evaluasi terhadap tata kelola layanan pemrosesan L/C, sehingga dapat menemukan modus yang digunakan pelaku," ujar  Bob T. Ananta di Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Atas dasar evaluasi tersebut, BNI  melakukan sejumlah langkah, yaitu  pengalihan kewenangan memutus transaksi L/C, yang pada awalnya berada pada Kantor Cabang Utama dialihkan ke Trade Processing Center (TPC) di Divisi Internasional (dilakukan sentralisasi layanan pemrosesan transaksi trade di Kantor Pusat).

Selain itu, fungsi kantor cabang dalam layanan pemrosesan L/C ini pun berubah. Saat ini Kantor Cabang hanya berfungsi melakukan penerimaan permohonan transaksi trade dari nasabah, sedangkan keputusan transaksinya menjadi kewenangan Tim di Kantor Pusat. 

“Kini, prosesnya menjadi jauh lebih secure baik bagi perusahaan maupun bagi nasabah, karena telah dilakukan digitalisasi layanan,”  tukas Bob 

Saat ini, menurut Bob, layanan pemrosesan L/C Di  BNI terus berkembang dan telah mendapat penghargaan dari institusi di luar negeri, antara lain layanan Trade Finance BNI berhasil meraih penghargaan sebagai The Best Trade Finance Bank in Indonesia selama sebelas kali berturut - turut dari Alpha Southeast Asia.

Sementara itu,  sejalan dengan ekspor Indonesia yang tengah digiatkan, BNI senantiasa berupaya untuk meningkatkan produk dan layanannya, tidak hanya pada bisnis trade finance, tetapi juga transaksi terkait seperti fasilitas pembiayaan, hingga cash management.

"Optimalisasi tersebut dilakukan melalui pengembangan platform Digital Banking yang mampu mengintegrasikan seluruh fitur jasa keuangan dari berbagai segmen, sesuai dengan kebutuhan nasabah," jelas Bob.

Saat ini BNI memiliki jaringan kantor cabang luar negeri yang tersebar di 6 negara, yang menunjang layanan pembiayaan perdagangan internasional. Keenam cabang itu berada di  Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, Amerika Serikat (New York), dan Korea Selatan (Seoul).()

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00