UMP Jabar Tidak Naik Untuk Menyelamatkan Manufaktur

Wakil ketua dprd jabar Oleg Soleh dan gubernur jabar Ridwan Kamil (foto: marliawan)

KBRN, Bandung: Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meyakini, bahwa tidak menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat tahun 2021, sebagai upaya menyelamatkan 60 persen industri Manufaktur Indonesia yang berada di wilayah Jawa Barat, yang saat ini menurun akibat pandemi Covid-19.

Emil sapaan Ridwan Kamil mengatakan, putusan tidak menaikan UMP Jabar berdasarkan surat edaran Mentri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, dan hasil kesepakatan dan kajian bahwa Provinsi harus menyelamatkan industri manufaktur yang terpuruk saat ini.

"Bayangin ya, 60 persen industri manufaktur Indonesia, ngumpulnya di Jabar, hasil kajian kalo dinaikan, manufaktur yang terpuruk, akan lebih terpuruk lagi, ujungnya PHK, dan mohon dimaklumkan," jelas Emil, seusai Paripurna DPRD Jabar, di Gedung DPRD, Bandung Senin (2/11/2020).

"Dan tidak bisa dibandingkan dengan Jateng naik, di DKI ada syarat, karena industrinya mayoritas di Jawa Barat," jelasnya.

Untuk itu kondisi pandemi Covid-19 yang sudah merubah tatanan perekonomian hingga sosial di masyarakat, diharapkan masyarakat dapat memaklumi dan Pemerintah akan tetap berupaya untuk menyelesaikan situasi pandemi ini, dengan mengedepankan azas untuk masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00