Menko Airlangga Beberkan Indikasi Ekonomi Mulai Pulih

KBRN, Jakarta :  Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 kembali pulih, seiring dengan harapan meredanya pandemi Covid 19 setelah pelaksanaan program vaksinasi yang dimulai pada 13 Januari 2021 kemarin.

"Kita tetap memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 sebesar 4-5,2 persen,'' ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webminar 'Akselaerasi Pemulihan Ekonomi', Selasa (26/1/2021).

Menurut Menko, harapan pertumbuhan ekonomi kembali positif di tahun ini terlihat dari indeks keyakinan konsumen yang mulai meningkat di bulan Desember 2020, di level 96,5. 

"Kita berharap indeks keyakinan konsumen bisa ke angka 100, yang mengindikasikan kondisi yang lebih optimis lagi. Karena kita ketahui, 57 persen dari perekonomian kita ditopang oleh tingkat konsumsi masyarakat," tukas Airlangga.

Dari sisi industri, lanjutnya, angka Purchasing Manager Index (PMI) yang sudah berada di level 51,3 mengindikasikan industri manufaktur mulai menggeliat lagi. Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2020 realisasinya juga melampaui target 100 persen, yaitu mencapai 190 persen. Pemanfaatan finansial teknologi oleh usaha mikro mencapai Rp 140 triliun, yang merefleksikan denyut perekonomian di level mikro juga mulai menggeliat.

Dari sisi ekspor impor,  komoditas ekspor utama Indonesia seperti minyak sawit dan batubara, memberikan kontribusi surplus pada neraca perdagangan Indonesia tahun 2020 sebesar US$ 21,7 miliar. 

"Angka ini menunjukkan bahwa ekspor kita masih bergerak. Didukung oleh produk manufaktur seperti minyak sawit dan turunannya, batubara, logam, kertas dan produk kertas, elektronik dan perhiasan," papar Menko Perekonomian.

Di samping itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, menunjukkan kepercayaan para investor pada pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi di Indonesia.

Upaya pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi, lanjut Airlangga akan dilanjutkan di tahun 2021 ini, dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 553 triliun. Besaran alokasi anggaran tersebut mengacu pada realisasi anggaran PEN di tahun 2020 yang mencapai Rp 579 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp 695 triliun.

"Artinya pemerintah melihat pemulihan ekonomi di tahun 2021 membutuhkan dukungan yang sama seperti tahun kemarin. Program vaksinasi selama setahun ini, sebelum masyarakat mencapai herd imunity, maka beberapa sektor harus tetap didukung, yaitu antara lain, kesehatan, perlindungan sosial, dukungan pada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, dan sektor UMKM," pungkas Airlangga. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00