Harga Telur Ayam Anjlok, Pakan Unggas Meroket

Telur ayam dipasar tradisional

KBRN,Surakarta: Harga telur ayam ras di tingkat Peternak Soloraya mengalami penurunan cukup signifikan. Kini harga telur per kilogram hanya Rp 17.000 dari sebelumnya Rp 20.000 perkilogram.

Semestinya harga telur di tingkat Peterenak dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18.000 hingga Rp 18.500 Setiap kilogram," kata Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Petelur Solo Raya Agus Eko Sulistyo, Selasa (26/1/2021).

Dia mengungkapkan harga telur merosot karena dari peternak tidak bisa keluar dan tidak terserap oleh pasar. Khususnya di Soloraya dan Jakarta serta Bandung menyusul Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan masyarakat PPKM mulai 11 hingga 25 Januari. Kondisi semakin parah diprediksi terjadi karena PPKM diperpanjang sampai 8 Februari 2021.

"Penurunan harga telur sebagai solusi agar barang tidak menumpuk di gudang juga para peternak bisa bertahan hidup dengan mengurangi ayam yang sudah tua di jadikan ayam potong untuk sate ayam," jelasnya.

Lanjut Agus, setiap hari peternakan miliknya mampu menghasilkan 1 hingga 1,5 ton telur. Sedangkan untuk Peternak yang tergabung di Pinsar sejumlah 35 peternak mampu memproduksi telur ayam 50 Ton.

"Per hari dengan kebutuhan untuk masyarakat di Solo raya 25 Ton dan 25 Ton lainnya untuk Jakarta dan Bandung," sambungnya.

Sementara itu peternak ayam petelur di Boyolali Wisnu Baroto mengaku memang sejak PPKM 11 Januari hingga 25 Januari ini mengalami penurunan harga sekitar Rp 3000 setiap kilogram. Dari harga sebelumnya Rp 20.000 saat ini menjadi Rp 17.000 setiap kilogram.

"Meski mengalami penurunan harga telur Rp 3.000 namun untuk pasokan tidak menjadi masalah tetap lancar hanya saja pakan ternak mengalami kenaikan," jelasnya.

Lebih lanjut wisnu menambahkan, selama ini pihaknya menjual hasil produksinya di Kota Solo perhari sebanyak 500 kilogram. Selain harga telur mengalami penurunan harga sekitar 3 ribu juga dibarengi dengan harga pakan ternak ayam mengalami kenaikan. Siti/MI

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00