Aglaonema Aceh Tembus Pasar Ekspor Jepang

Bibit tanaman Aglaonema asal Aceh diekspor perdana ke Jepang (Dok. Istimewa/Bea dan Cukai Banda Aceh)

KBRN, Banda Aceh: Bisnis bunga hias di tengah pandemi Covid-19 menjadi cara alternatif bagi masyarakat agar tetap menjaga perputaran roda ekonomi.

Terbukti, komoditi berupa bibit tanaman Aglaonema atau disebut di Indonesia dengan nama Sri Rezeki, dapat menembus pasar ekspor Jepang.

Perusahaan bernama CV. Mata, melakukan ekspor perdana bibit Aglaonema ke negeri matahari terbit (Jepang).

Setelah mendapat perizinan ekspor bibit tanaman yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian dan telah lulus uji laboratorium yang dilakukan oleh Stasiun Karantina Pertanian Banda Aceh, tanaman hias ini diekspor ke Jepang menggunakan pesawat Garuda Indonesia, Flight No. GA-874 dengan terlebih dahulu transit di Jakarta.

Packing bibit Aglaonema yang siap diekspor ke Jepang (Dok. Istimewa/Bea Cukai Banda Aceh)

“Bibit tanaman Aglaonema telah mendapat perizinan dari Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian dan telah lulus uji laboratorium yang dilakukan oleh Stasiun Karantina Pertanian Banda Aceh,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh, Heru Djatmika Sunindya, melalui keterangan resmi yang diterima RRI di Banda Aceh, Kamis (25/2/2021).

Menurutnya, dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) telah didaftarkan ke Kantor Bea Cukai Banda Aceh dengan nomor 000009 tanggal 20 Februari 2021, nilai ekspor Aglaonema tersebut sebesar USD2.556 sebanyak 117 pcs/batang.

“Bertempat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh, Bea Cukai Banda Aceh bersama Karantina Tumbuhan melepas ekspor perdana yang dilakukan oleh CV. Mata dengan komoditi berupa bibit tanaman Aglaonema tujuan ke Jepang,” ujar Heru.

Dijelaskan Heru, CV. Mata yang beralamat di Kota Banda Aceh merupakan eksportir binaan Kantor Bea Cukai Banda Aceh yang baru pertama kali melakukan kegiatan ekspor.

“Sehingga ekspor perdana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya khususnya di wilayah Aceh untuk membangkitkan semangat ekspor,” harapnya.

Lebih lanjut, kata Heru, di tengah pandemi COVID-19, Bea Cukai Banda Aceh tetap berkomitmen untuk mensukseskan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui salah satu tugas fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yaitu Trade Facilitator dan Industrial Assistance.

“Bea Cukai Banda Aceh terus melakukan pemetaan potensi ekonomi di wilayah kerjanya untuk mendorong kegiatan ekspor guna menjaga stabilitas perekonomian Negara,” pungkasnya.

Untuk diketahui, tanaman dengan nama latin Aglaonema SPP atau dikenal dengan sebutan Chinese Evergreens ini tumbuh baik di wilayah tropis seperti Indonesia.

Tak hanya populer di dalam negeri, tanaman hias asal Aceh ini juga memiliki potensi pasar yang cukup bagus di sejumlah negara tropis lainya, salah satunya adalah Jepang. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00