Sejumlah Nama Diusulkan Jadi Juru Bicara G20

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, Juru Bicara Sherpa Track maupun Finance Track terdiri atas ketua dan wakil ketua. (Foto:RetnoMandasari/RRI)

KBRN, Jakarta: Rapat koordinasi dan komunikasi publik G20 Summit mengusulkan sejumlah nama, untuk menjadi Juru Bicara pada Sherpa Track, Finance Track dan kebijakan Presiden terkait G20.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, Juru Bicara Sherpa Track maupun Finance Track terdiri atas ketua dan wakil ketua.

“Setiap juru bicara itu terdiri dari yang berkaitan dengan Sherpa Track adalah bapak Menko Perekonomian sebagai Ketua Sherpa Track dan ibu Menteri Luar Negeri sebagai Wakil Ketua Sherpa Track. Lalu Juru Bicara yang berkaitan dengan substansi Finance Track akan dilakukan oleh ibu Menteri Keuangan sebagai ketua Finance Track dan Bapak Gubernur Bank Indonesia sebagai Wakil Ketua Finance Track,” ungkap Menkominfo dalam konferensi pers yang digelar usai pertemuan, Senin (24/1/2022) di Jakarta.

Rapat yang juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Wakil Menteri BUMN II itu turut mengusulkan, Juru Bicara untuk penyelenggaraan secara umum dan berbagai kebijakan Presiden RI terkait G20.

“Komunikasi yang umum terkait penyelenggaraan akan dilakukan oleh saya sebagai Menteri Kominfo dan secara khusus dikasi isu-isu terkait dengan kebijakan presiden dari Istana Presiden akan dilakukan oleh Kepala Staf presiden Pak Moeldoko,” imbuh Johnny G. Plate.

Dijelaskan Johnny, rapat koordinasi mengusulkan pula adanya pola dan tata kelola komunikasi publik.

“Ada yang kita sebut dengan manajemen dan koordinasi tim komunikasi publik. Di mana setiap sektor kementerian dan lembaga dan Finance Track dan Sherpa Track serta penyelenggara kegiatan akan menjadi bagian dari Executive Board Komunikasi Publik,” terangnya.

Menurut Johnny, dengan pengusulan Juru Bicara di masing-masing Sherpa hingga tim komunikasi publik, bertujuan agar informasi mengenai G20 lebih menjangkau masyarakat secara luas.

“Kita harapkan dengan demikian komunikasi publik menjadi lebih baik baik. Lebih bisa menjangkau masyarakat di dalam negeri lebih luas dan masyarakat luar negeri,” ucap Menkominfo.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo mengharapkan adanya komunikasi publik yang masif selama penyelenggaraan G20.

“Presiden menginginkan bahwa komunikasi publik itu betul-betul masif. Kita punya pengalaman kemarin di pengelolaan Asian Games. Saya pikir sebuah banchmark (tolak ukur), yang perlu kita upgrade lagi nanti untuk lebih besar lagi,” ujar Moeldoko.

Presidensi Indonesia di G20 yang dimulai pada 1 Desember 2021 – 30 November 2022.

Tiga superioritas Indonesia selama presidensinya di G20 yaitu, Arsitektur Kesehatan Global yang Inklusif, Transformasi Digital khususnya untuk mendukung perekonomian, dan Transisi Energi. (Foto: RetnoMandasari/RRI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar