FOKUS: #G20

Dampak Ekonomi Presidensi G20 Indonesia Triliunan Rupiah

Menkominfo Johnny G. Plate ketika memberikan sambutan penandatanganan program penyediaan layanan 4G di wilayah 3T, Selasa (25/01/2022) di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta Pusat. (Foto:RetnoMandasari/RRI)

KBRN, Jakarta: Presidensi Indonesia di G20 tidak hanya dirangkaikan dengan 150 pertemuan secara campuran.

Tapi, keketuaan Indonesia di G20 itu diperkirakan akan berdampak positif bagi ekonomi dalam negeri.

Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga merupakan Ketua Bidang Komunikasi Publik G20, Johnny G. Plate mengatakan, penyelenggaraan G20 memiliki dampak ekonomi yang diperkirakan bisa mencapai triliunan rupiah, terutama yang bersumber dari Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Targetnya Indonesia untuk jangka pendek langsung ada dampak ekonomi yang secara langsung. Kita ketahui dapat dampak ekonomi G20 dari setidaknya Rp 1,7 T bagi ekonomi khususnya ekonomi UMKM dan Rp 7 triliun lebih sumbangsihnya bagi GDP (Gross Domestic Bruto-Produk Domestik Bruto) kita,” ungkap Menkominfo dalam konferensi pers setelah penandatanganan kerja sama program penyediaan layanan 4G di wilayah 3T, yang diikuti RRI.co.id di Hotel Indonesia Kempinski, Selasa (25/01/2022).

Menurut Johnny dalam presidensinya di G20, Indonesia juga memanfaatkan momen itu untuk mengenalkan berbagai keunggulan.

“Target jangka panjang pasti kita ingin membangun basis-basis ekonomi kita yang lebih kuat lebih kuat, deliverables yang lebih kuat untuk pembangunan proyek pembangunan Indonesia. Dan, memperkenalkan keunggulan-keunggulan Indonesia khususnya di sektor pariwisata. Sehingga, menteri pariwisata sangat aktif,” tambahnya.

Penyelenggaraan side event juga diklaim sebagai cara untuk menarik minat negara-negara asing, bekerja sama dengan Indonesia di sektor perdagangan dan investasi.

“Menteri perdagangan juga menyiapkan side event yang memberikan pengalaman dan kesan tersendiri akan keunggulan-keunggulan perekonomian Indonesia. Sehingga, bisa mengundang dunia bisnis, ekonomi, teknologi dan investasi lebih banyak kepada Indonesia,” terang Menkominfo.

Sebelumnya, Ketua Bidang Komunikasi Publik G20 turut mengungkapkan, meski belum final, namun pemerintah memastikan akan mempersiapkan skenario terkait “Travel Bubble”.

“Kalau yang terkait dengan “Travel Bubble” saya kira itu nanti keputusan dari ketua penyelenggara ya. Tadi, yang kita bicarakan hanya terbatas di komunikasi publik. Tetapi, skenario Travel Bubble pasti juga disiapkan,” kata Johnny G. Plate dalam konferensi pers yang digelar setelah rapat koordinasi dan komunikasi publik KTT G20 di bilangan Jakarta Selatan, Senin (24/01/2022).

Menurut Johnny keputusan terkait “Travel Bubble” akan merujuk pada perkembangan kasus COVID-19.

“Sehingga, nanti “Travel Bubble” akan diatur sedemikian rupa sesuai perkembangan COVID ya. Yang saat ini kita harapkan COVID, Omicron khususnya segera masuk di tahap puncak dan kemudian melandai. Sehingga, kita bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang lebih tepat yang terkait dengan penyelenggaraan nasional kita,” terang Johnny G. Plate.

Selama Presidensi Indonesia yang dimulai pada 1 Desember 2021 – 30 November 2022, setidaknya terdapat lebih dari 150 pertemuan yang diselenggarakan secara hybrid (campuran).

Presidensi Indonesia di G20 dimulai pada 1 Desember 2021 – 30 November 2022.

Tiga superioritas Indonesia selama presidensinya di G20 yaitu, Arsitektur Kesehatan Global yang Inklusif, Transformasi Digital khususnya untuk mendukung perekonomian, dan Transisi Energi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar