Indonesia Pimpin Isu Digital di G20

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi (kiri) alam Sofa Talk, Digital Economy Working Group, Kepemimpinan Indonesia Dalam Isu Digital di Forum G20, Jakarta, Rabu (26/1/2022) Foto:RRI.co.id/Alfreds Tuter

KBRN, Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan Indonesia menjadi negara pertama yang akan memimpin pembahasan isu digital di forum G20. Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi mengatakan isu digital menjadi penting mengingat keberadaannya kini tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari. 

"Nah di Isu digital sangat penting untuk indonesia, karena sejak 2019 indonesia adalah negara yang memperjuangkan isu digital dari gugus tugas menjadi kelompok kerja jadi task force menjadi working group," kata Dedy dalam Sofa Talk, Digital Economy Working Group, Kepemimpinan Indonesia Dalam Isu Digital di Forum G20, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

"2020 diperjuangkan kembali dan disepakti kenaikan kelasnya. Jadi indoneisa negara pertama yg memimpin kelompok kerja ekonomi digital," tambahnya melengkapi. 

Menurut Dedy, ada tiga tema utama yang akan dibahas dalam kelompok kerja dalam isu ekonomi digital di G20. Pertama, soal konektivitas pasca pandemi yang tidak hanya dipahami sebagai perluasan akses internet semata, tapi juga konektivitas antar manusia. 

Di dalamnya kata Dedy salah satunya membahas bagaimana cara UMKM bertahan ditengah terpaan pandemi Covid-19 dengan bantuan platform digital. 

"Jadi konektivitas dan pemulihan pasca pandemi ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Banyak umkm nengalami kelusahan karena pandemi setelah jualan online itu bisa bertahan," jelasnya. 

Kemudian, terkait kecakapan digital dan literasi digital. Maksudnya bagaimana menggeser aktivitas bermedsos dengan tujuan awalnya untuk hiburan menjadi lebih produktif. 

Lalu yang terakhir juga akan membahas terkait Cross Border Data Flow atau aliran data lintas batas. Menurutnya pembahasan di level ini menjadi lebih sulit karena melibatkan banyak negara di dalamnya. 

"Misalnya memperkecil menyalahgunakaan data pribadi, adanya serang keamanan siber dan lainnya karena data mengalir lintas negara dan kita  indonesia saat ini sedang mendorong adanya satu kesepakatan negara-negara G20 bersepakat data kita," tandasnya. 

Adapun sesuai jadwal pertemuan pertama akan berlangsung pada 29-30 Maret di Lombok, NTT. Kemudian masuk pertemuan kedua pada 17-18 Mei 2022 di Jogjakarta, pertemuan ketiga pada 20-21 Juli 2022 di Labuan Bajo, NTT dan pertemuan terkhir pada 25-26 Agustus 2022 di Bali. 

Sebelum nantinya seluruh hasil pertemuan dilaporkan kemudian ditetapkan dalam pertemuan para Menteri - Menteri bidang digital negara G20 pada 29-30 Agustus di Bali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar