Presiden 2023, India Pelajari Presidensi G20 Indonesia

Duta Besar India di Jakarta Manoj Kumar Bharti mengatakan, diperlukan kerja sama yang erat antara Indonesia dan India dalam G20, untuk membawa berbagai keuntungan bagi rakyat kedua negara. (Foto:RetnoMandasari/RRI)

KBRN, Jakarta: Presidensi Indonesia di G20 pada 1 Desember-30 November 2022, menjadi momentum tersendiri bagi India. Sebab, India akan menjadi Presiden G20 pada 2023.

Duta Besar India di Jakarta Manoj Kumar Bharti mengatakan, diperlukan kerja sama yang erat antara Indonesia dan India dalam G20, untuk membawa berbagai keuntungan bagi rakyat kedua negara.

“Jadi, kita harus saling mengerti untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik. Jadi, kita akan bisa memberikan manfaat dari acara ini untuk membawa G20 kepada satu sama lain, untuk adanya keuntungan yang terbaik bagi masyarakat kita dan untuk pemerintahan kita,” ungkap Dubes India ketika ditemui di sela-sela perayaan Hari Nasional India ke-73, Rabu (26/1/2022) di Jakarta.

Menurut Manoj, berbagai hal yang menjadi prestasi Indonesia selama presidensinya di G20, akan dilanjutkan oleh India pada tahun depan.

“Banyak hal. Apapun yang diraih Indonesia dalam presidensi kali ini, maka India akan menjadi negara yang akan melanjutkannya dan mengikutinya lebih lanjut,” terangnya.

Manoj memastikan India mendukung penuh Indonesia dalam presidensinya di G20 tahun ini.

“Itulah mengapa kami sadar India bersama Indonesia tahun ini, agar kami bisa mengikuti berbagai inisiatif lebih lanjut pada tahun depan,” kata Dubes India.

Terkait perayaan Hari Nasional India ke-73, Manoj berharap kedua negara semakin memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor.

“Momentum hari ini merupakan hal penting, bahwa India dan Indonesia hampir sama di berbagai level pembangunan. Kita dengan demokrasi terbesar, populasi terbesar, dengan perkembangan ekonomi,” ujar Manoj.

Pada perayaan Hari Nasional India ke-73, India menargetkan memperkuat kerja sama dengan Indonesia terutama dalam upaya melawan COVID-19 dan memulai pembicaraan terkait preferential trade agreement (PTA).

Perayaan Hari Nasional India ke-73 di Jakarta, juga turut dihadiri sejumlah tokoh dalam negeri, di ntaranya Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar