Menaker: Masih Sedikit Disabilitas yang Bekerja di Perusahaan

KBRN, Jakarta: Penyandang disabilitas di Indonesia masih sedikit yang bekerja di perusahaan. 

"Di sektor ketenagakerjaan, penyandang disabilitas sulit mendapatkan kerja, bahkan memiliki risiko kehilangan pekerjaan yang lebih tinggi dan punya tantangan dapat kerja kembali saat pemulihan ekonomi," ucap Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah menyampaikan dalam Soft Launching of the G20 “Engaging Persons with Disabilities for Inclusivity”, Rabu (26/1/2022).

Berdasarkan data miliknya, di tahun 2021 terdapat 1.271 penyandang disabilitas yang bekerja di 72 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Serta ada 4.554 disabilitas yang bekerja di 588 perusahaan swasta.

"Jumlah ini masih jauh lebih sedikit jika dibandingkan jumlah disabilitas di Indonesia sebesar 16,5 juta jiwa diantaranya 7,6 juta laki-laki dan 8,9 juta perempuan," tambahnya.

Diketahui, Undang-Undang nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas pada pasal 53 ayat 1 dinyatakan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD wajib memperkerjakan penyandang disabilitas paling sedikit 2 persen dari jumlah pegawai atau pekerja. 

Pada ayat 2, disebutkan perusahaan swasta wajib memperkerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. 

Pihaknya juga berupaya mendorong agar negara ataupun swasta memperkerjakan penyandang disabilitas sebagaimana diamanatkan UU tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar