Stafsus Menkominfo: G20 Bukan Forum Ngobrol-ngobrol Saja

KBRN, Jakarta: Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia, Dedy Permadi mengatakan, Group of Twenty (G20) bukanlah forum sekedar ngobrol-ngobrol saja. Tapi kehadirannya dilatarbelakangi oleh upaya pengentasan masalah global, yakni krisis finansial asia yang terjadi pada tahun 1997-1998 silam.  

"Forum ini dibentuk karena waktu itu G7 tidak cukup menjawab permasalahan yang berusaha untuk merangkul negara-negara bukan hanya yang kaya, tapi juga kelas menengah. Jadi dibentuklah G20," jelasnya dalam  acara Sofa Talk-Digital Economy Working Group “Kepemimpinan Indonesia Dalam Isu Digital Di Forum G20” di Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Dedy menjelaskan, seiring berjalannya forum ini banyak permasalahan global yang terbantu. Misalnya, pada tahun 2008 silam munculnya krisis ekonomi global yang juga membuat Indonesia terpuruk, kemudian penyelesaian krisis nuklir Iran di tahun 2009 silam.

"Itu juga G20 ikut kontribusi di dalamnya," paparnya.

Lalu ada juga permasalahan lain seperti krisis Suriah yang terjadi pada 2017 silam, perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang terjadi pada 2019. Termasuk pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

"Itu pun G20 menjadi bagian dari penyelesaian dunia itu, termasuk ketika pandemi Covid-19, kemudian kita di forum G20 berusaha membicarakan apa sih solusinya, di finance track itu ada penjadwalan ulang pembayaran hutang agar negara-negara tetap bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19," jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar