Pembiayaan Kesehatan Global, Isu Krusial G20

Wakil Indonesia, Wempi Saputra (kiri) dan Ronaldus Mujur (kanan) dalam pertemuan G20 Joint Finance and Health Task Force (JFHTF) (Foto: RRI.co.id/Humas Kemenkeu)

KBRN, Jakarta: Indonesia mengajak negara-negara anggota G20 untuk mewujudkan kerjasama dan koordinasi antara keuangan dan kesehatan yang menjadi salah satu program kerja G20 di tahun 2022.

Kerjasama itu berupaya pembentukan sekretariat Gugus Tugas  Keuangan dan Kesehatan G20 atau G20 Joint Finance and Health Task Force (JFHTF) dan fasilitas pembiayaan kesehatan global.

“Indonesia dan Italia, selaku co-chairs dari JFHTF, berkomitmen untuk terus menyukseskan program yang akan diusung JFHTF," kata co-chair JFHTF, Wempi Saputra dalam pertemuan kedua JFHTF secara virtual, Kamis (27/1/2022).

Adapun pertemuan kedua itu melanjutkan pembahasan isu keuangan dan kesehatan dalam pertemuan pertama pada 20 Desember 2021.

Pertemuan kedua yang dihadiri co-chair sekaligus merupakan staf ahli menteri keuangan RI bidang ekonomi makro dan keuangan internasional Wempi Saputra,  juga hadir staf khusus menteri kesehatan RI bidang tata kelola pemerintahan,Ronaldus Mujur, yang bertindak sebagai co-chair JFHTF dari Indonesia, bersama negara Italia.

Pertemuan juga dihadiri oleh negara undangan dan organisasi internasional seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO), Bank Dunia (WB), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Pada kesempatan tersebut, Ronaldus Mujur  menekankan bahwa hasil kerja JFHTF ini diharapkan menjadi output yang konkrit dari Presidensi G20 Indonesia.

“Pertemuan kedua JFHTF ini menunjukkan bagaimana negara-negara G20 bekerja sama secara kolosal dalam mencapai upaya terbaik untuk meninggalkan warisan bagi dunia," kata Ronaldus.

Sementara itu, negara-negara G20 menyampaikan dukungan dan masukan terhadap usulan Program Kerja yang disusun oleh Indonesia dan Italia sebagai co-chairs, diantaranya  pembentukan Sekretariat. Negara-negara G20 mendorong penguatan Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator, terutama terkait pemantauan target vaksinasi, tes, perawatan, dan Alat Pelindung Diri (APD) global. Negara-negara G20 juga mendorong vaksinasi global yang dipercepat, terdistribusi secara adil dan merata dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, G20 juga mendorong pencapaian target vaksinasi global sebesar 70 persen pada pertengahan 2022, melalui  kerja sama lembaga pemerintah dan non pemerintah pada tingkat global dan kawasan (regional) dalam mengatasi hambatan keuangan dan perdagangan, serta untuk memastikan ketersediaan akses bantuan bagi populasi rentan. Itulah sebabnya anggota G20 menggarisbawahi pentingnya peran Sekretariat dalam mendukung koordinasi kesehatan dan keuangan guna mewujudkan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon  terhadap pandemi dan keadaan darurat kesehatan lainnya serta sejalan dengan Peraturan Kesehatan Internasional.

Sebagai sebuah gugus tugas gabungan, Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan negara anggota G20 bersama WHO dan World Bank, akan melakukan identifikasi lebih lanjut dalam rangka meningkatkan kolaborasi bidang kesehatan dan keuangan. Pada agenda pembentukan fasilitas pembiayaan, negara-negara anggota memberikan pandangan mengenai pentingnya untuk memobilisasi pembiayaan global untuk mendukung upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon (PPR) terhadap pandemi dalam kerangka Peraturan Kesehatan Internasional (2005).

Selanjutnya, JFHTF akan mempertimbangkan hasil dari kajian dan penilaian strategis mengenai opsi-opsi kerja sama antara bidang kesehatan dan keuangan, dan laporannya akan disampaikan pada Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) pada 17-18 Februari 2022 di Jakarta, dengan mengundang para Menteri Kesehatan G20.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar