FOKUS: #G20

Indonesia Usulkan Pendanaan Global Kebudayaan dalam G20

Mendikbudristek Nadiem Makarim (kiri) dan Menkeu Sri Mulyani (kanan) saat meluncurkan Merdeka Belajar episode ke 18 yakni Dana Indonesiana pada Rabu (23/3/2022)

KBRN, Jakarta: Indonesia mengusulkan pembentukan jaringan aksi bersama Global Arts & Culture Recovery Fund atau dana pemulihan global di bidang seni dan budaya dalam presidensi G20 di bidang kebudayaan.

Manajer G20 Culture Ministers Meeting Ananto Kusuma Seta mengatakan, Presidensi Indonesia merupakan momentum memperjuangkan upaya pemulihan global, termasuk di sektor kebudayaan. Terlebih  selama pandemi, aktivitas budaya atau seni sangat terpuruk, karena tidak bisa digelar secara offline.

"Global art and culture recovery fund itu kita usulkan lima tahun. Mulai 2023 sampai 2028," kata Ananto dalam diskusi bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), Rabu (27/4/2022).

Menurutnya, pengelolaan dana yang terkumpul tersebut akan diserahkan kepada UNESCO yang dapat digunakan untuk mendukung negara-negara di luar G20 yang membutuhkan.

"Peruntukannya untuk membantu para pelaku budaya yang terkena dampak pandemi. Juga mengangkat kembali budaya sustainable living yang ada di masing-masing negara. Dengan cara inovatif yang bisa mengangkat ekonomi lokal, memperbaiki lingkungan dan juga pranata sosial masyarakat," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Fitra Arda mengatakan, bahwa negara anggota G20 mendukung agenda kebudayaan. 

Sebelumnya, pada pertemuan di Roma, isu kebudayaan seperti perlindungan, pelestarian dan dukungan bagi pekerja budaya, mendapat tanggapan positif. 

Dalam Presidensi G20 kali ini, Indonesia dikatakannya bisa menjadi motor pendorong negara anggota G20 untuk segera mewujudkan pendaanan global di sektor kebudayaan. Adapun Dana Indonesiana diharapkan menjadi inspirasi bersama.

Sebelumnya, Mendikbudristek Nadiem Makarim melalui program Merdeka Belajar episode ke 18 menginisiasi tersedianya dana abadi untuk pemajuan kebudayaan Indonesia yang diberi nama Dana Indonesiana pada Rabu (23/3/2022).

Nadiem memastikan bahwa Dana Indonesiana hanya digunakan untuk mendukung kerja pegiat seni budaya Tanah Air demi pemajuan kebudayaan.

Dengan begitu, beber Nadiem, Dana Indonesiana tidak akan pernah diinvestasikan ke kepentingan lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar