FOKUS: #G20

Indonesia Angkat Tema Perdamaian Pertemuan Menlu G20

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat bertemu dengan Menlu Prancis, Jean Yves Le Drian, membahas mengenai situasi Ukraina dan masukan untuk Presidensi G20 Indonesia, 20 April lalu di Paris, Prancis. (Foto:KemluRI)

KBRN, Jakarta: Co-Sherpa G20 Presidensi Indonesia, Duta Besar Dian Triansyah Djani menyebut, pertemuan para Menteri Luar Negeri (Menlu) G20 direncanakan dihelat Juli mendatang, dan akan mengusung tema besar terkait perdamaian.

“Menlu (Retno Marsudi-red) juga melakukan persiapan Menlu G20, yang menurut rencana akan dilakukan di awal Juli 2022,” ungkap Trian dalam pengarahan pers mingguan Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (28/4/2022) secara daring.

“Menurut rencana tema akan berkisar pada “Building a More Peaceful, Stable And Prosperous World Together” (Membangun Dunia yang Lebih Damai, Stabil dan Sejahtera Bersama”)” tambahnya.

Diketahui pada 19 – 23 April Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi melakukan konsultasi dengan berkunjung langsung ke empat negara Eropa, yaitu Inggris, Perancis, Belanda dan Turki.

Termasuk, melakukan komunikasi melalui saluran telepon dengan Menlu Uni Eropa dan Menlu Ukraina.

Konsultasi Indonesia kepada para anggota G20 itu terkait presidensinya di dalam Grup 20, serta untuk mengetahui langsung tanggapan serta posisi para anggota terhadap situasi di Ukraina.

“Pentingnya perang segera dihentikan, pentingnya semua negara berkontribusi menciptakan enabling environment (lingkungan yang memungkinkan), guna memberi kesempatan negosiasi perdamaian bekerja semaksimal mungkin, dampak perang sudah mulai dirasakan semua negara, termasuk kenaikan harga energi dan bahan pangan serta kenaikan inflasi,” papar Trian.

“Negara berkembang akan menjadi yang terdampak situasi ekonomi ini. Sebagai negara G20 lastly (akhirnya) dampak ekonomi ini juga penting untuk dipikirkan dan kerja sama yang luas untuk mengatasinya,” sambungnya.

Berbagai masukan diperoleh Indonesia dari hasil konsultasi tersebut, salah satunya adalah terdapat kepercayaan tinggi negara-negara anggota G20 terhadap presidensi Indonesia.

“Semua anggota G20 paham bahwa dunia sedang alami tantangan yang sangat besar, terdapat kepercayaan tinggi negara-negara anggota terhadap Presidensi Indonesia, terdapat apresiasi terhadap posisi Indonesia dalam menavigasi presidensi tahun ini. Termasuk, terkait komunikasi dan konsultasi yang terus dilakukan oleh Indonesia secara terbuka. Tentunya, dukungan terhadap Presidensi Indonesia sangat besar dan kuat,” tambah Co-Sherpa G20 Indonesia.

Sementara, sepanjang April 2022 Presidensi G20 Indonesia pada jalur Sherpa telah menyelenggarakan 29 kegiatan.

Sebanyak 45 kegiatan lainnya akan dihelat pada Mei mendatang, diantaranya “Kelompok Kerja (Pokja) Lingkungan ke-2” dan “Pokja Pembangunan ke-2”.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar