KPK Serukan G20 Perkuat Kerja Sama Berantas Korupsi

Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto: ist)

KBRN, Jakarta: Ketua KPK Firli Bahuri menyerukan agar negara-negara yang tergabung dalam G20 memperkuat kerja sama dalam pemberantasan korupsi.

"Setiap pihak harus berperan dalam memberantas korupsi. Hal ini bisa dipenuhi jika setiap pihak melakukan kolaborasi dan kerjasama melawan korupsi. Tidak ada yang bisa melakukan pemberantasan korupsi sendirian," kata Firli Bahuri, Kamis (7/7/2022).

Seruan Firli ini disampaikan dalam perhelatan putaran kedua G20 Kelompok Kerja Antikorupsi (Anti Corruption Working Group/ACWG) di Nusa Dua, Bali.

Menurutnya, seruan itu sejalan dengan semangat yang diusung pada Presidensi Indonesia dalam G20 yaitu ‘Recover Together, Recover Stronger’.

Setidaknya KPK menyampaikan empat isu penting dalam Pertemuan Putaran Kedua ini. Pertama isu Peningkatan Peran Audit dalam Pemberantasan Korupsi. 

"Kedua isu Peningkatan Pendidikan Anti Korupsi dan Peran Serta Masyarakat. Hasil akhir yang diharapkan adalah Compendium of Good Practices on Public Participation and Anti-Corruption Education," ujar Firli. 

Lalu ketiga, isu kerangka regulasi dan supervisi peran profesi hukum pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari Tindak Pidana Korupsi’ . Hal ini akan menjadi rangkuman best practice atau compendium untuk meningkatkan awareness dan menjadi referensi terkait upaya mitigasi dan pencegahan TPPU.

"Terakhir, isu Mitigasi Resiko Korupsi pada Sektor Energi Terbarukan. Isu ini merupakan isu baru yang digagas oleh Indonesia. Dengan mulai dibahasnya pada ACWG diharapkan dapat membantu negara-negara yang sedang melakukan transisi energi. Untuk memetakan potensi-potensi korupsi pada sektor energi terbarukan melalui studi kasus," kata Firli.

Pertemuan berlangsung secara hybrid. Delegasi Negara Anggota G20 yang hadir langsung yakni Australia, Brazil, India, Inggris, Jerman, Perancis, Saudi Arabia, Korea Selatan, dan Indonesia sebagai Presidensi. Kemudian sepuluh negara dan satu entitas hadir secara virtual yaitu Afrika Selatan, Amerika, Argentina, China, Italia, Jepang, Kanada, Meksiko, Rusia, Turki, serta Uni Eropa.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar