Pertemuan Menteri Keuangan G20 Akan Bahas Krisis Pangan

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Kementerian Keuangan Dian Lestari

KBRN, Jakarta : Krisis pangan akan menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan ketiga Menteri Keuangan dan Gubenur Bank Sentral di Bali,  11-17 Juli 2022.  Ketahanan pangan menjadi perhatian Forum G20 karena banyak negara yang terancam ketahanan pangannya akibat konflik Rusia-Ukraina.

Food Security ini sebenarnya belum menjadi agenda. Tapi sejak pertemuan kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral bulan April kemarin di AS, sudah mulai dibahas. Dan dalam summary, Forum G20 mengakui tiga hal yang menjadi potensi krisis, di antaranya krisis pangan,” kata Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Kementerian Keuangan Dian Lestari, Kamis (7/7/2022).

Rusia merupakan negara pengekspor sejumlah komoditas pangan termasuk pupuk. Akibat perang rantai pasok maupun distribusinya jadi terganggu sehingga mengancam ketahanan pangan bagi negara yang mengandalkan impor komoditas dari Rusia.

“G20 menyadari ini sesuatu yang tidak bisa diabaikan. Ini sesuatu yang konkrit dan harus direspon. Maka di bulan Juli ini, negara-negara G20 akan mulai merumuskan apa sebenarnya yang bisa dilakukan untuk menghadapi tantangan soal ketahanan pangan ini,” kata Dian.

Pembahasan Ketahanan Pangan ini akan dilaksanakan dalam bentuk seminar  dengan pembicara dari anggota G20 yang mewakili negara maju dan berkembang.  Termasuk negara importir dan eksportir pangan, badan pangan dunia (FAO), serta lembaga keuangan internasional. Dari seminar ini,  ingin mendapatkan masukan, menyamakan persepsi masalah ketahanan pangan saat ini, dan mencari solusi yang dibutuhkan.

“Presidensi G20 Indonesia menginginkan hasil yang konkrit dalam masalah Ketahanan Pangan. Seperti hasil konkrit yang telah dicapai di bidang kesehatan dengan terbentukan Dana Perantara Keuangan Sektor Kesehatan,” kata Dian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar