Pengusaha Berperan Sediakan Infrastruktur yang Sesuai Standar Kerja

Arsip Foto- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid (tengah). (foto: Instagram/Arsjad Rasjid)

KBRN, Jakarta:  Pengusaha nasional berperan aktif dalam menyediakan pendidik dan infrastruktur yang memenuhi standar kompetensi kerja. Harapannya, dunia pendidikan mampu menciptakan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid saat webinar The Future of Work & Education Task Force (FOWE TF). Webinar ini merupakan Side Event B20 terkait dengan pendidikan dan peluang kerja di masa depan, yang digelar secara hibrid, di Jogyakarta, Senin (15/8/2022).

“Secara organisasi KADIN Indonesia terlibat untuk bisa melakukan perbaikan dalam pendidikan vokasi, “ kata dia.

Hal itu termasuk menyelaraskan pendidikan dan pelatihan vokasi sehingga tenaga kerja memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha. Dan pada akhirnya dapat menekan pengangguran.

Peraturan Presiden (Perpres) No. 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi mendorong keterlibatan dunia usaha.  Termasuk KADIN Indonesia bersama kementerian dan lembaga diarahkan untuk menyelaraskan pendidikan dan pelatihan vokasi.

Arsjad menyatakan tenaga kerja Indonesia harus mampu beradaptasi pada era revolusi industri 4.0.

Apalagi, saat ini adopsi digitalisasi perusahaan Indonesia baru sebesar 20 persen. Sedangkan di negara lain seperti Singapura, Korea, dan Tiongkok sudah mencapai 40 persen.

Untuk itu, agar SDM tetap mampu bersaing di era digital, perlu menambah skill dengan cara reskilling atau upskilling.  KADIN Indonesia bersama FOWE Task Force B20 berupaya untuk menutup kesenjangan akses pendidikan, terutama untuk kaum perempuan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar