Film Dokumenter 'Holly Prostitution' Diluncurkan

Dua sutradara film

KBRN, Jakarta: Film dokumenter "Holy Prostitution" melakukan world premiere-nya di Indonesia. Film dokumenter karya Princess Natasha Dematra dan Princess Cheryl Halpern ini mengangkat fenomena Nikah Mut’ah atau Kawin Kontrak yang marak ada di Indonesia dan beberapa negara di dunia. 

Agak berbeda dengan dokumenter pada umumnya, film dokumenter ini dikombinasikan dengan adegan reneactment dari kejadian nikah mut’ah yang dikisahkan oleh sang gadis yang menjadi narasumber di mana kisah nikah mut’ah di Puncak, Bogor tersebut diangkat. 

Film dokumenter ini juga menghadirkan investigasi langsung di lapangan dengan teknik menyamar dan kamera tersebunyi lainnya. Film ini diproduksi oleh rumah produksi  besar di Amerika Serikat yaitu, HQ Creative yang pernah memenangkan penghargaan bergengsi TV Emmy Awards. 

Film ini merupakan kolaborasi kedua dari dua sutradara ini. Sebelumnya film "Menari: An Indonesian Dance Legacy" yang mengangkat sejarah tari Indonesia telah memenangkan banyak penghargaan di festival film internasional. 

Cheryl Halpern sendiri sangat lekat dengan Indonesia. Selain karena merupakan salah satu founder Visions of Peace Initiative yang ada di Amerika Serikat dan Indonesia, ia juga telah mendapatkan banyak gelar kerajaan dari berbagai kerajaan di Indonesia. Diberikannya gelar tersebut karena kontribusi Cheryl menyebarkan perdamaian dan menginspirasi generasi muda di Indonesia. 

Sementara Natasha Dematra merupakan pemecah rekor dunia sebagai sutradara perempuan termuda untuk film panjang yang diraihnya di umur 11 tahun. Natasha

"Saya sangat senang akan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh sutradara senior Cheryl Halpern untuk dapat bersama membuat fillm yang mengangkat isu perdagangan manusia ini," ujar Natasha di sela-sela peluncuran film di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (5/7/2022).

Film "Holly Prostitution" rencananya akan diputar di berbagai festival film di seluruh dunia. Di samping itu, akan juga diputar di streaming service dalam waktu dekat. 

Dalam acara world premiere ini, film "Holy Prostitution" juga meraih penghargaan Best Film dari festival film bergengsi Asia Pacific International Filmmaker Festival & Awards. Dan sebelumnya berjaya di Mumbai International Festival dengan meraih terbaik di dua kategori. 

Acara ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari PBB Against Drug Abuse and Illicit Trafficking dan dihadiri oleh para pegiat budaya, Brigjen TNI Mustofa Tamim, Raja Tallo, Sultan Indra Osman, BRAy Erna Santoso, Abah Ukam, Maria Eva, artis-artis Indonesia idan bekerja sama dengan ATM Nusantara Cibubur dan Yayasan Peduli Anak Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar