FOKUS: #PPKM MIKRO

Musik Nusantara Diharapkan Menjadi Pelajaran Pokok

Ilustrasi / Alat musik Tehyan di Betawi Etnic, Tapos, Depok, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

KBRN, Jakarta: Etnomusikolog, Irwansyah Harahap, menilai, musik nusantara perlu menjadi salah satu pelajaran pokok.

Tak hanya itu, lanjut Irwansyah, diperlukan adanya pembelajaran yang komprehensif terhadap musik nusantara. 

"Saat ini sudah bukan saatnya terdapat hirarki pelajaran mana yang lebih penting dibandingkan pelajaran lainnya," kata Irwansyah, dalam keterangan pers secara virtual tentang Pra Kongres Musik Tradisi Nusantara, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (25/8/2021).

Bahkan menurutnya, pembelajaran musik nusantara harus diberikan sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga tingkat atas. 

Pasalnya, dengan memahami musik dari daerah asal masing-masing, akan menciptakan rasa memiliki serta bangga akan daerahnya. 

 "Saatnya dilakukan pembelajaran musik nusantara yang komprehensif untuk tingkat PAUD sampai umum," ujar Irwansyah.   

Etnomusikolog Irwansyah Harapan (kiri) Dalam Konpers Virtual Tentang Pra Kongres Musik Tradisi Nusantara, Rabu 25/8 (Dok. RRI.co id)

Pada pra kongres ini, beberapa hal juga menjadi kesimpulan yang akan ditindaklanjuti pada saat kongres nantinya. 

Selain menjadikan seni musik nusantara menjadi pelajaran pokok, juga diperlukan pembekalan terhadap guru, seperti memberikan penguasaan wawasan lintas budaya dan musik tradisional khususnya bagi guru musik.

Pembekalan tersebut juga dapat disesuaikan dengan asal para guru, sehingga pengetahuan akan budaya mereka akan lebih meningkat.

Selain itu, juga diperlukan peningkatan pemberdayaan maestro musik, dimana para maestro musik nusantara perlu ikut berpartisipasi aktif di ranah musik tradisi masing-masing. 

"Tentunya mereka harus difasilitasi baik dalam kebutuhan belajar, kurikulum, sarana prasarana, serta insentif," ungkap Irwansyah.

Kesimpulan terakhir dalam pra kongres ini adalah, perlu ada integrasi sistem pendidikan formal, informal, dan kultural dalam konsep merdeka belajar. 

"Hal ini juga menjadi medium praktik tentang keberagaman dan juga penguatan identitas," pungkas Irwansyah. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00